Tanggapan Orang Tua dan Sekolah Warnai Pelaksanaan MPLS Ramah Anak

Surabaya, Siagakota.net – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapat respons positif dari berbagai pihak. Program ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung proses pendidikan sejak hari pertama.

Kemendikdasmen mewajibkan setiap satuan pendidikan untuk menyosialisasikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS Ramah kepada orang tua maupun wali murid. Melalui konsep sekolah ramah anak, kegiatan ini dirancang agar peserta didik baru merasa aman, nyaman, percaya diri, serta siap mengikuti proses belajar mengajar.

Kepala SMK Cyber Media Jakarta, Joko Suranto, menegaskan bahwa keberhasilan MPLS tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari orang tua.

“Peran wali murid sangat penting dalam memberikan motivasi sekaligus mengarahkan putra-putrinya agar terhindar dari pengaruh lingkungan yang dapat menurunkan semangat belajar,” ujar Joko saat dihubungi Siagakota.net, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, SMK Cyber Media yang berlokasi di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, memiliki empat program keahlian, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), serta Pengembangan Perangkat Lunak dan Game (PPLG).

Menurutnya, seluruh program keahlian tersebut diperkenalkan secara rinci kepada orang tua dan peserta didik selama kegiatan MPLS. Langkah ini dilakukan agar siswa dapat menentukan jurusan sesuai minat dan bakat yang dimiliki.

Sementara itu, David, salah seorang wali murid, mengaku mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang dinilainya mampu membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru.

“Anak-anak didampingi dengan sabar untuk mengenal ruang kelas, perpustakaan, hingga berbagai fasilitas sekolah lainnya. Pendampingan seperti ini membuat mereka lebih percaya diri dan nyaman,” tuturnya.

Pendapat serupa disampaikan Ahwati, wali murid yang setiap hari mengantar dan menjemput putrinya ke sekolah. Ia berharap kegiatan MPLS ke depan dapat melibatkan lebih banyak instansi, seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun lembaga lainnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memberikan pengalaman, wawasan, serta keterampilan praktis kepada peserta didik sejak dini.

“Saya yakin kerja sama antara sekolah, orang tua, dan berbagai lembaga akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial pada anak-anak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *