700 Penari Meriahkan Festival Remo Yosakoi di Surabaya
Surabaya, Siagakota.net – Sebanyak 700 penari memadati Balai Pemuda Surabaya dalam gelaran Festival Remo Yosakoi 2026, Minggu (12/7/2026). Perhelatan budaya hasil kolaborasi Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya itu kembali menjadi ajang mempererat persahabatan Indonesia dan Jepang melalui seni tari.
Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, mengatakan sebanyak 700 peserta yang tampil berasal dari 20 kelompok tari Remo dan 30 kelompok Yosakoi dari berbagai sanggar seni serta sekolah di Surabaya. Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya.
“Kami sangat bangga karena tahun ini ada 700 peserta yang berpartisipasi. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap Festival Remo Yosakoi,” ujarnya.
Menurut Takonai, Festival Remo Yosakoi telah menjadi agenda tahunan sejak tahun 2003 sebagai bagian dari kerja sama sister city antara Kota Surabaya dan Kota Kochi, Jepang. Selama lebih dari dua dekade, festival ini terus berkembang dan semakin mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia berharap festival lintas budaya tersebut dapat terus diselenggarakan sebagai sarana memperkuat hubungan persahabatan kedua kota sekaligus memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat Surabaya.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat Surabaya yang mengenal Jepang, bahkan tertarik untuk berkunjung ke Jepang di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Heri Purwadi, menyampaikan bahwa kerja sama sister city antara Surabaya dan Kochi yang telah berlangsung selama 23 tahun menjadi bukti kuatnya hubungan kedua daerah.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada bidang seni dan budaya, tetapi juga berkembang ke sektor UMKM hingga ketenagakerjaan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Selama 23 tahun, kerja sama ini telah berjalan sangat baik dan terus berkembang di berbagai bidang,” ungkap Heri.
Ia berharap sinergi antara Surabaya dan Kochi terus berlanjut melalui berbagai program kolaboratif di masa mendatang. Selain itu, Heri juga mengajak semakin banyak sanggar tari Remo untuk kembali aktif berpartisipasi dalam Festival Remo Yosakoi sehingga kesenian tradisional Surabaya tetap lestari dan semakin dikenal masyarakat luas.
“Kami berharap ke depan semakin banyak sanggar tari Remo yang ikut meramaikan festival ini agar budaya lokal terus hidup dan berkembang,” pungkasnya.(Klik L1)










