Teaterikal Pertempuran Jembatan Merah Hidupkan Kembali Semangat Heroik Arek Suroboyo
Surabaya, Siagakota.net – Semangat perjuangan arek-arek Suroboyo kembali menggema melalui Teaterikal Pertempuran Jembatan Merah yang digelar di Lapangan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (12/7/2026).
Pertunjukan kolosal yang dipersembahkan oleh komunitas Soerabaia Combine Reenactor bersama pegiat sejarah dari Sepanjang Heritage dan Begandring Soerabaia ini berhasil membawa penonton seolah kembali ke masa-masa heroik mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pertunjukan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan gerbang sejak pukul 07.00 WIB. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena hanya dengan tiket Rp5.000, pengunjung dapat menyaksikan rekonstruksi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjuangan bangsa.
Teaterikal ini mengangkat kisah heroik Pertempuran Jembatan Merah, yang menjadi salah satu titik strategis perlawanan rakyat Surabaya terhadap pasukan Sekutu pada akhir 1945. Setelah pertempuran sengit selama tiga hari di penghujung Oktober 1945, kawasan Jembatan Merah menjadi simbol awal meletusnya perlawanan besar yang kemudian mencapai puncaknya pada 10 November 1945.
Dalam pementasan tersebut, berbagai adegan pertempuran diperagakan secara dramatis, lengkap dengan kostum, properti, dan efek pendukung yang menggambarkan suasana perang kala itu. Penonton diajak merasakan semangat juang para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ketua Begandring Soerabaia, Achmad Zaki Yamani, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah agar generasi muda semakin memahami perjuangan para pahlawan.
“Melalui teaterikal ini kami ingin menghidupkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme. Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa yang telah diwariskan para pahlawan,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Ida (37) asal Gresik, mengaku terkesan dengan jalannya pertunjukan. Menurutnya, teaterikal tersebut mampu menghadirkan suasana yang realistis sekaligus memberikan pengalaman belajar sejarah yang berbeda.
“Pertunjukannya sangat bagus dan terasa hidup. Anak-anak juga bisa belajar sejarah secara langsung, sehingga lebih mudah memahami perjuangan para pahlawan dibanding hanya membaca dari buku,” ungkap Ida.
Melalui pementasan ini, nilai-nilai patriotisme, persatuan, dan semangat pengorbanan kembali ditanamkan kepada masyarakat. Teaterikal Pertempuran Jembatan Merah pun menjadi pengingat bahwa semangat juang para pahlawan Surabaya harus terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari identitas bangsa.(Klik L1)










