LMI Rescue Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Tulungagung

 

Tulungagung, Siagakota.net –Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama TNI-Polri dan berbagai unsur kebencanaan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di halaman Mapolres Tulungagung.

Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 475 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, FPRB, PMI, LAZNAS LMI, PLN, Perhutani, serta berbagai organisasi relawan kebencanaan.

Apel dipimpin Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, didampingi Wakapolres Tulungagung Kompol Siswanto dan Kasdim 0807 Tulungagung Mayor Arh Untung Wiyono.

Terkait dengan apel ini, Susanto, Ketua FPRB Tukungagung, kepeda Siagakota.net, Jumat (06/11/2026) Siang, menuturkan bahwa Kesiapsiagaan ini penting mengingat sepanjang Januari hingga November 2026, Kabupaten Tulungagung mencatat 24 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 17 angin kencang, 15 pohon tumbang, 5 tanah longsor, serta masing-masing satu kejadian banjir dan rumah roboh.

Untuk itulah keterlibatan komunitas kebencanaan seperti LMI Rescue diajak memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mendukung operasi penanggulangan bencana melalui penguatan kapasitas relawan, edukasi, sosialisasi, simulasi, dan dukungan respons darurat sesuai kebutuhan dan koordinasi dengan pihak terkait.

Susanto, yang juga sebagai salah satu orang penting di LAZNAS LMI, menegaskan bahwa peran lembaga kemanusiaan tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga harus mengambil bagian dalam membangun masyarakat yang tangguh sebelum bencana datang.

“LMI Rescue selalu siap bersinergi dalam penanggulangan bencana. Bagi kami, tugas kemanusiaan bukan hanya melakukan respons saat terjadi bencana, tetapi juga membangun kesiapsiagaan melalui edukasi, sosialisasi, dan simulasi kebencanaan,” Katanya..

Pria murah senyum ini pun menambahkan, melalui program Siaga Bencana Alam (GANALA), LMI Rescue turut mendorong penguatan edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana, meningkatkan pengetahuan mitigasi, serta membekali masyarakat dengan keterampilan menghadapi situasi darurat.

Upaya tersebut sejalan dengan langkah antisipasi pemerintah daerah melalui pemetaan kawasan rawan bencana, penyiapan posko darurat, serta pemeriksaan kesiapan personel dan peralatan.

Sementara itu, bagi LMI Rescue, kesiapsiagaan bukan sekadar menyiapkan personel dan peralatan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk menyelamatkan diri serta membantu sesama saat bencana terjadi.

“Melalui kolaborasi lintas sektor, LMI Rescue berkomitmen terus mengambil bagian dalam membangun Tulungagung yang lebih tangguh, siaga, dan berdaya menghadapi ancaman bencana.” Ujarnya menyudahi perbincangan dengan Siagakota.net. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *