FPRB Kota Probolinggo Resmi Kukuhkan Pengurus Baru Masa Bakti 2026–2030
Probolinggo, Siagakota.net – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030 dalam sebuah acara yang digelar di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kota Probolinggo, Rabu (20/05/2026).
Pergantian kepengurusan ini menjadi bagian dari proses kaderisasi organisasi yang berlangsung secara demokratis dan berkelanjutan, sebagai upaya memperkuat peran forum dalam mendukung penanggulangan bencana di daerah.
Pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Probolinggo Nomor 100.3.3.3/114/KEP/425.012/2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, termasuk Pangarso Suryotomo, pejabat dari BNPB.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa FPRB memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam bidang penanggulangan bencana. Menurutnya, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama forum guna meminimalkan risiko bencana di tengah masyarakat.
“Forum ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana,” ujarnya.
Adapun susunan pengurus FPRB Kota Probolinggo masa bakti 2026–2030 terdiri dari Sugeng Nufindarko sebagai Ketua, didampingi Wakil Ketua Syaifudin Zuhri dan Heri Sutanto. Posisi Sekretaris diisi Dedy Ristintama dan Rudi Purwanto, sedangkan Bendahara dijabat Yustina dan Amin Hasan.
Sementara itu, Totok Hariyanto dipercaya sebagai Koordinator Bidang Organisasi. Eko Yudha menjabat Koordinator Bidang Pendidikan dan Sosialisasi, Agus Suhermanto sebagai Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Kreatif, Novan Agus Priyanto sebagai Koordinator Bidang Advokasi Kebijakan, Bambang Hariyanto sebagai Koordinator Bidang Penguatan Partisipasi dan Kemitraan, serta Setiawan Jodi sebagai Koordinator Bidang Publikasi dan Media.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Probolinggo, Nurkholiq, yang turut hadir dalam acara tersebut berharap kepengurusan baru mampu memperkuat keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana di Kota Probolinggo.
“FPRB diharapkan terus menjadi wadah kolaborasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana,” katanya.
Di sisi lain, Yudha selaku fasilitator Desa Tangguh Bencana (Destana) berharap pengurus baru dapat menjalankan amanah dengan baik sesuai slogan FPRB Kota Probolinggo, yakni “Inovatif, Bermanfaat, dan Bermartabat”.
Sebagai salah satu pendiri forum, ia juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai tugas dan fungsi FPRB agar organisasi tersebut mampu menjadi katalisator pembangunan Kota Probolinggo yang berwawasan kebencanaan.
“Pengurus harus memahami secara detail peran dan tanggung jawab FPRB agar keberadaannya benar-benar memberi manfaat bagi pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana,” pungkasnya.(Klik W1)










