Ratusan Truk dan Kendaraan Towing Dikerahkan dalam Aksi Unjuk Rasa Gerakan Sopir Jawa Timur

 

Surabaya , Siagakota.net – Aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Sopir Jawa Timur berlangsung dengan mengerahkan ratusan kendaraan, terdiri dari truk dan kendaraan towing. Konvoi kendaraan tersebut menjadi bagian dari aksi penyampaian aspirasi para pengemudi dan pelaku usaha angkutan di Jawa Timur.

Ratusan kendaraan tampak memadati sejumlah ruas jalan A.yani menuju lokasi aksi. Kehadiran kendaraan dalam jumlah besar membuat suasana aksi terlihat cukup mencolok dan menarik perhatian masyarakat serta pengguna jalan.

Para peserta aksi datang membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kepentingan sopir dan sektor transportasi, khususnya kondisi yang dihadapi para pengemudi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Supriyono Koordinator aksi menyampaikan bahwa keterlibatan ratusan kendaraan tersebut merupakan bentuk solidaritas para sopir di Jawa Timur dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan pihak terkait.

Aksi demo ini di jadwalkan berlangsung selama 30 September – 2 Oktober 2026. Dengan menyasar sejumlah titik di Surabaya diantaranya,kantor dinas perhubungan Jawa Timur, kantor Pertamina Jagir,kantor gubernur Jawa Timur.Tuntutaj utama adalah menolak dan menuntut penghapusan syarat penggunaan barcode untuk pembelian solar bersubsidi yang dinilai menyulitkan operasional supir truk dan menyoroti permasalahan pemblokiran dan hilangnya kouta barcode BBM bersubsidi.

“Kami datang dengan tertib untuk menyampaikan aspirasi. Harapan kami, apa yang menjadi keluhan dan tuntutan para sopir dapat didengar serta mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ujar salah satu perwakilan peserta aksi.

Dalam pelaksanaannya, peserta aksi juga diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama berlangsungnya aksi.

Aksi tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya solidaritas para pengemudi angkutan di Jawa Timur. Mereka berharap dialog antara perwakilan sopir dengan pemerintah maupun instansi terkait dapat menghasilkan solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan.

Hingga aksi berlangsung, massa tetap berkumpul dengan membawa kendaraan masing-masing sebagai simbol kebersamaan dan perjuangan menyuarakan kepentingan para sopir Jawa Timur.(Klik-W1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *