Pelatihan dan Penguatan Tim Siaga Bencana Tingkat Desa di Kabupaten Morowali

 

Sulawesi Tengah, Siagakota.net -Desa Bahodopi dan Desa Bahomakmur Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, memiliki beberapa potensi bencana, namun yang paling sering terjadi adalah bencana banjir dan gempa. Untuk itulah Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Kabupaten Morowali, melalui program corporate soscial Responsibility mengadakan pelatihan dan penguatan tim siaga bencana (TSB) tingkat Desa.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, rabu dan kamis tanggal 29-30 Juli 2026, diikuti oleh masyarakat dari ke dua Desa di atas yang ditunjuk sebagai calon tim siaga, sebanyak 40 orang, terdiri dari guru, pemdes, karang taruna, dan PKK. Mereka akan mendapat materi seputar Mitigasi, dan Adaptasi dalam kegiatan pengurangan risiko bencana.

“Pelatihan ini lebih menekankan kepada mengkaji secara bersama-sama tentang dampak bencana, ancaman, kerentanan, kapasitas dan risiko yang ditimbulkan dari bencana sesuai pengalaman masyarakat,” Kata Yeka Kusumajaya mengawali perbincangan dengan Siagakota.net. Jumat (31/07/2026) Siang.

Pria berputra dua ini mengatakan bahwa dirinya diundang oleh staf IMIP untuk memberikan pelatihan kepada calon anggota tin siaga bencana di kedua yang menjadi binaan IMIP, dengan harapan mereka faham kegiatan disetiap fase dalam penanggulangan bencana, dan memahami tugasnya ketika terjadi bencana.

“Dengan demikian semua anggota TSB dapat menemu kenali acaman, kerugian dan resiko jika bencana terjadi, untuk kemudian akan tertuang dalam penyusunan dokumen rencana aksi komunitas,” Tambahnya.

Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Bahodopi ini dihadiri pula oleh unsur manajemen CSR IMIP, perangkat Desa, dan BPBD setempat.

Alumni Unisma Malang ini juga bilang bahwa Bang Zul, salah seorang perwakilan dari CSR IMIP, yang ikut mendampingi kegiatan pelatihan merasa puas. mereka berkomitmen akan melakukan pendampingan dan penguatan TSB Desa-Desa yang ada disekitar kawasan industri IMIP.

Bang Zul juga mengatakan model pelatihan seperti inilah yang harusnya dilakukan agar peserta mengenal ancaman bencana apa saja yang ada di tempat tinggal mereka, seberapa besar risiko jika bencana terjadi, dan apa yang harus dilakukan.

“Yang penting, melalui pelatihan ini calon anggota TSB Desa Bahodopi dan Bahomakmur mengerti langkah apa saja yang akan dilakukan sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana di desa mereka,” Imbuhnya.

Diakhir perbincangan, Yeka dari Yayasan Mitigasi Nusantara berharap pelatihan ini akan menjadi contoh untuk desa-desa lainya, sehingga nantinya ditindak lanjuti dengan pembentukan Desa tangguh bencana (DESTANA), yang mendapat dukungan dari dana CSR IMIP. (Klik 10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *