Relawan LMI Turun Respon Karhutla di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat

 

Kalimantan, Siagakota.net – Relawan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) turun langsung merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, dengan memberikan dukungan kepada relawan dan masyarakat terdampak.

Regional Manajer LMI Kalbar, Rapanca Indra Mukti, mengatakan keterlibatan LMI dilakukan melalui bantuan logistik, dapur umum, layanan kesehatan, serta distribusi air bersih.

“Karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan, aktivitas masyarakat, kebutuhan air bersih dan penghidupan warga,” kata Rapanca.

Sebanyak 9 personel LMI diterjunkan, terdiri dari 3 amil LMI Kalbar, 3 relawan kesehatan, dan 3 relawan kemanusiaan. Mereka berkolaborasi dengan masyarakat, BPBD, Manggala Agni, TNI, dan Yayasan Gunung Palung.

Respons dilakukan di Desa Tanjung Belimbing, Kecamatan Sukadana; Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir; serta Desa Sungai Paduan, Kecamatan Teluk Batang. Pos dapur umum LMI didirikan di Desa Tanjung Belimbing.

Tim kesehatan LMI terdiri dari dr. Aisyah serta dua perawat, Sri Wahyuni dan Yunita. Layanan diberikan kepada relawan dan masyarakat yang membutuhkan di tengah aktivitas penanganan karhutla.

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemberian vitamin C dan injeksi sesuai kebutuhan, obat tetes mata, serta dukungan oksigen portabel.

Salah satu tantangan yang dihadapi relawan adalah keterbatasan alat pelindung diri (APD) dan peralatan pemadaman seperti selang, nozzle, serta kolam terpal. Kondisi lahan gambut juga membuat penanganan lebih sulit karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul meski bagian atas terlihat padam.

Humanitarian Program Laznas LMI, Susanto, kepada Siagakota.net, Selasa (22/09/2026) siang mengatakan respons tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan relawan sekaligus masyarakat yang terdampak.

“Kami juga mendukung relawan yang bekerja di lapangan melalui layanan kesehatan, logistik, air bersih dan oksigen portabel. Keselamatan relawan tetap menjadi perhatian dalam setiap penugasan,” Ujarnya. [•]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *