Sispala Madrasah Aliyah Permata Mojokerto Berlatih Rafting Dengan Perahu Karet

 

Mojokerto,Siagakota.net -Salah satu materi ekstrakurikuler yang diminati oleh anggota Sispala (siswa pecinta alam) Madrasah Aliyah (MA) Permata, Kuwung, Mergelo, Desa Meri, Kecamatan Kranggan Mojokerto, adalah rafting dengan menggunakan perahu karet.

Bagi Sispala MA Permata kemampuan mengoperasikan perahu karet merupakan kecakapan yang harus dikuasai untuk bekal mengikuti pencarian dan evakuasi kecelakaan air.

Pelatihan rafting sebagai materi ekskul kali ini diadakan di Dam Pudaksari, Sungai Bangsal, Deda Puloniti, Kecamatan Bangsal, Mojokerto, guna meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.

Basuni, sebagai instruktur kegiatan rafting ini, kepada Siagakota.net, senin (21/09/2026) mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk melatih anggota Sispala dalam penggunaan perahu karet sebagai salah satu alat utama dalam operasi penyelamatan di daerah rawan banjir dan kecelakaan air.

“Pelatihan ini penting untuk memastikan bahwa seluruh anggota Sispala MA Permata memiliki kemampuan yang memadai dalam mengendalikan perahu karet saat menolong korban. Disamping itu juga disiapkan untuk mengikuti lomba dayung,” Ujar Basuni.

Pria yang aktif di Komunitas Relawan Indonesia dan anggota FPRB Mojokerto ini mengatakan, selama pelatihan, diberikan materi tentang Teknik dasar pengoperasian perahu karet, Pengenalan sungai dan peralatan rafting, Teknik dayung dan Lempar tali rescue, Renang jeram, dan Self rescue untuk antisipasi perahu terbalik.

Kemudian latihan dayung kering di darat dan simulasi teknik skipper tiap personil dalam satu formasi,

“Mereka juga belajar mendayung melewati rintangan (gate slalom) untuk melatih kelincahan dalam mengendalikan perahu karet,” Imbuhnya

Sementara itu Gopar, dari federasi arung jeram Indonesia mengatakan bahwa lokasi pelatihan sangat ideal untuk simulasi rafting, termasuk dari segi keamanannya.

“Lokasi ini juga memberikan pengalaman nyata bagi anggota Sispala dalam mengatasi tantangan alam yang mungkin dihadapi saat operasi penyelamatan,” jelas Gopar

Sementara itu para peserta pelatihan menyambut baik kegiatan ini dan merasa mendapatkan banyak pengetahuan serta keterampilan baru, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam beraktivitas di olahraga rafting. (Klik S1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *