FKUB Bali Atur Takbiran Saat Nyepi 2026, Tanpa Kebisingan

Denpasar, Siagakota.net- Gelar Agung Pecalang 2026 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar digelar pada Sabtu 7 Maret 2026.

Pada Gelar Agung tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, pihaknya sudah meluarkan surat edaran bersama dengan Gubernur, Pangdam, Danrem, hingga Kapolda untuk pelaksanaan hari Suci Nyepi berbarengan dengan Idul Fitri.

“Jadi pada prinsipnya takbiran boleh tetapi dengan syarat yang cukup ketat, tanpa mengurangi makna takbiran itu sendiri. Yaitu berjalan kaki ke masjid yang terdekat atau tempat yang terdekat tanpa pengeras suara, berjalan kaki tanpa kebisingan dan juga kalau di masjid lampunya ke dalam. Selesai, langsung balik ke rumah mengikuti lagi, tidak boleh keluar rumah lagi,” jelas Sukahet.

Sehingga Nyepi dapat berjalan, tidak terganggu dengan acara takbiran, dan sama-sama berjalan.

Lebih lanjutnya ia mengatakan, Hari Suci Nyepi berbarengan dengan Idul Fitri sungguh menjadi barometer toleransi dan kerukunan Bali untuk Indonesia.

“Nilai-nilai agama saling mengisi dan toleransi kerukunan diajarkan oleh semua agama. Saling menghormati oleh bukan Pancasila saja agama-agama juga begitu. Kita wujudkan di Bali dengan perayaan Nyepi yang bersamaan, dulu pernah dengan Idul Fitri langsung pernah dengan Jumatan sering hari Minggu pun pernah waktu Kristen,” imbuhnya.

Sukahet tak menampik, mungkin pelanggaran saat Hari Suci Nyepi berlangsung terjadi, sebab jumlah penduduk Bali sentuh 4 juta orang.

“Di mana-mana ada saja ya yang tidak tahu, bahkan yang nakal atau bule-bule yang nakal juga yang tidak tahu juga banyak, itu namanya kalau istilah Balinya ‘isi gumi’ pasti ada, tidak mungkin ada yang sempurna dalam seluruh Bali, itu tidak mungkin. Tetapi secara umum kita di agama, di antar agama kepercayaan di Bali ini sudah sangat saling menghormati toleransi, ini berjalan dengan sangat baik. Begitu. Dan ini fondasi kita membangun Bali yang berlandaskan pariwisata aman, damai, rukun dan juga sumbangan Bali untuk NKRI tercinta,” paparnya.

Sementara itu, Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya mengatakan, Gelar Agung Pecalang ini memiliki konsep yang bagus, bagaimana sinergitas antara Polri dengan masyarakat, khususnya dalam bidang Pecalang.

“Dan lebih luar lagi ini juga menyangkut bagaimana konduktivitas di wilayah Bali, terkait dengan masalah Hari Raya Nyepi, sesuai dengan tugasnya Pecalang itu, bagaimana bisa menjaga keamanan melaksanakan kegiatan adat yang langsung dengan baik, dan kolaborasi ini sangat penting,” jelas Daniel.

Instruksi keamanan terkait Hari Suci Nyepi berbarengan dengan Idul Fitri diakuinya telah diambil keputusan dan solusi bersama.

“Itu sudah dipikirkan, sudah direncanakan dan sudah diambil solusinya sama-sama kombinasi sudah dilakukan beberapa kali dan ini juga Pecalang dilakukan pada tahun lalu semua perang bisa berjalan dengan baik, kegiatan berdua-duanya juga lancar, tidak ada masalah, pungkasnya.(Klik DK1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *