Siti Mariyam Pimpin Kwarcab Pramuka Surabaya 2026–2031
Surabaya, Siagakota.net– Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Surabaya Tahun 2026 menetapkan Siti Mariyam sebagai Ketua Kwarcab Surabaya masa bakti 2026–2031.
Penetapan tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat dalam Muscab yang digelar di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Muscab menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat Kwarcab untuk mengevaluasi kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus menetapkan program kerja dan kepengurusan untuk lima tahun mendatang.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Kwarcab Surabaya periode 2021–2026, Armuji. Sebelum pembukaan, Ketua Panitia Muscab Bambang Wiyono menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.
Dalam sambutannya, Armuji menyampaikan bahwa berbagai capaian Kwarcab Surabaya selama masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja bersama. Menurutnya, menjalankan roda organisasi tidak bisa dilakukan seorang diri, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh jajaran Gerakan Pramuka serta berbagai pihak.
“Menjalankan Kwarcab Surabaya tidak sendiri. Dibutuhkan waktu dan pengorbanan yang luar biasa serta dukungan dan kerja sama semua pihak,” ujar Armuji.
Armuji juga menyebut Kwarcab Surabaya kini telah memiliki gedung yang representatif. Ia berharap ke depan Surabaya dapat memiliki bumi perkemahan sebagai fasilitas penunjang kegiatan kepramukaan.
Ia berpesan kepada kepengurusan baru agar mampu bekerja secara total, menjaga kekompakan, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh pihak terkait.
“Siapa pun yang memimpin harus bisa totalitas dan menjalin kerja sama dengan semua pihak dengan baik. Yang terpenting, pengurus harus kompak dan solid untuk memajukan Kwarcab Surabaya,” katanya.
Salah satu capaian yang turut menjadi bahan evaluasi dalam Muscab adalah keberhasilan Gerakan Pramuka Surabaya meraih tiga rekor MURI. Armuji menegaskan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Saka dan Pramuka Produktif Kwarda Jawa Timur, Basuki Babussalam, menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, Muscab bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi sekaligus menyusun langkah organisasi untuk lima tahun ke depan.
“Muscab ini menjadi bahan evaluasi untuk kepengurusan periode sebelumnya. Pengurus harus memahami tugasnya dalam mendampingi adik-adik dan mampu bersinergi dengan pemerintah,” kata Basuki.
Ia juga meminta agar program kerja Kwarcab Surabaya ke depan selaras dengan program Kwarda Jawa Timur dan Kwartir Nasional.

Setelah melalui pembahasan dan persidangan, Muscab secara resmi menetapkan Siti Mariyam sebagai Ketua Kwarcab Surabaya periode 2026–2031.
Siti Mariyam selanjutnya mendapat mandat menyusun kepengurusan bersama tim formatur yang terdiri dari Armuji dari unsur Mabicab, Sholikin dari unsur demisioner, serta Ketut Edi Saputro dan Lis Lestari dari unsur Kwartir Ranting.
Muscab juga menetapkan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarcab Surabaya dengan susunan Soebeno Wahyudi sebagai Ketua, Antonius Catur sebagai Wakil Ketua, Rifatul Ampera Wati sebagai Sekretaris, serta Samsul Hidayah dan Sukarti sebagai anggota.
Selain itu, peserta Muscab mengesahkan program kerja Kwarcab Surabaya untuk periode 2026–2031. Program tersebut akan menjadi pijakan bagi kepengurusan baru dalam mengembangkan pembinaan kepramukaan di Kota Surabaya.
Pada penutupan Muscab, Basuki Babussalam memberikan apresiasi atas pelaksanaan persidangan yang berjalan lancar. Ia juga menyampaikan selamat kepada Siti Mariyam atas amanah baru yang diterimanya.
“Selesai satu urusan, segera lakukan urusan yang lain,” pesannya.
Memasuki Bulan Bakti Gerakan Pramuka, Basuki turut mendorong sejumlah program Kwarda Jawa Timur agar dikembangkan di daerah. Di antaranya renovasi satu rumah satu Gugus Depan (Gudep), Gudep ketahanan pangan, pengembangan film pendek, energi terbarukan, hingga pengolahan sampah.
Seluruh rangkaian sidang paripurna Muscab berlangsung lancar dengan presidium yang dipimpin Sunyoto Hadi Prayitno bersama Zainal Mahmudi, Taufiq, Mustofa, dan Trisno Santoso.(Klik 3)










