Armuji Terpilih Pimpin PTMSI Surabaya, Bidik Emas Porprov 2027
Surabaya, Siagakota.net– Wakil Wali Kota Surabaya Armuji resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Surabaya. Armuji dipercaya memimpin organisasi tersebut dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) PTMSI Kota Surabaya yang digelar di Hotel Leedon Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Usai terpilih, Armuji langsung menyiapkan sejumlah langkah untuk membenahi organisasi, salah satunya melalui konsolidasi seluruh jajaran pengurus PTMSI Kota Surabaya.
Menurut Armuji, pembenahan diperlukan agar seluruh klub dan potensi atlet tenis meja di Surabaya dapat terakomodasi dengan baik. Ia menilai, pada periode sebelumnya masih terdapat atlet berprestasi yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi.
“Pengurus banyak yang tidak bisa mengakomodir semua PTMSI yang ada di Surabaya. Akhirnya atlet-atlet yang punya prestasi tidak terekrut,” ujar Armuji kepada wartawan seusai Muskotlub.
Kondisi tersebut, lanjut Armuji, membuat sejumlah atlet merasa kecewa karena memiliki kemampuan dan keinginan untuk berkembang, namun tidak memperoleh kesempatan menunjukkan kemampuannya melalui proses seleksi.
Armuji menegaskan, tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga prestasi yang hasilnya dapat diukur secara objektif melalui pertandingan. Karena itu, menurutnya, proses pembinaan dan seleksi atlet harus dilakukan secara terbuka dan adil.
Ia mengungkapkan, sejumlah atlet potensial asal Surabaya akhirnya memilih memperkuat daerah lain seperti Solo, Yogyakarta, dan Malang karena minimnya kesempatan untuk mengikuti seleksi di tingkat kota.
“Banyak atlet dari Surabaya yang diambil Solo, Yogyakarta, maupun Malang. Padahal sejak kecil mereka mengikuti PTMSI Kota Surabaya. Ini menjadi pekerjaan rumah kita,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Cak Ji itu berkomitmen untuk menarik kembali atlet-atlet asal Surabaya yang masih ingin membela kota kelahirannya.
“Kalau mereka masih mau membela kotanya, kota kelahirannya, tempat orang tuanya berdomisili dan tempat mereka dilahirkan, kita akan tarik kembali ke Surabaya,” tegasnya.
Ke depan, Armuji memastikan proses seleksi atlet PTMSI Surabaya akan dilakukan secara transparan dan objektif. Seluruh PTMSI yang telah terdaftar di KONI akan diberikan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada lagi atlet potensial yang terlewat hanya karena persoalan organisasi.
Armuji juga melihat perkembangan tenis meja di Surabaya semakin pesat. Olahraga tersebut kini tidak hanya berkembang di tingkat klub, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di berbagai wilayah.
“Sekarang tenis meja sudah menjadi olahraga masyarakat. Di Balai RW banyak kegiatan pertandingan tenis meja antarkampung atau tarkam. Antusiasmenya luar biasa, baik dari anak muda maupun masyarakat,” katanya.
Setelah konsolidasi organisasi selesai, PTMSI Surabaya akan memusatkan perhatian pada proses seleksi, pembinaan, penggemblengan, hingga pendidikan dan pelatihan atlet.
Langkah tersebut dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Armuji menargetkan kontingen tenis meja Surabaya mampu tampil maksimal dan membawa pulang medali emas pada ajang tersebut.
“Setelah Muskotlub ini kita bina atlet-atlet tenis meja menuju Porprov Jatim 2027. Targetnya tentu atlet Kota Surabaya harus menang dan meraih medali emas,” pungkas Cak Ji.(Klik 3)










