Sosialisasi Mitigasi Bencana Bagi Pengurus Masjid di Kantor MUI Jawa Timur

 

Surabaya, Siagakota.net -Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas Masjid menghadapi risiko potensi bencana yang ada di daerahnya, MUI Jawa Timur bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan Dompet Dhuafa menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana megathrust, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan sinergi ke tiga lembaga ini merupakan upaya sosialisasi pengurangan risiko bencana kepada pengurus Masjid untuk ikut berperan membangun ketangguhan masyarakat, dengan mengambil tempat di Kantor MUI Jawa Timur, daerah Pagesangan, Kecamatan Jambangan Surabaya.

Kepada Siagakota.net, Wahid dari Dompet Dhuafa mengatakan bahwa tema kegiatan yang dipilih oleh panitia adalah “membangun ketangguhan Masjid dan Mushola dalam menghadapi risiko bencana. Hal ini untuk membangun kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana sekaligus mencegah agar kejadian di masa lalu tidak terulang kembali.

“Harapannya setelah pelatihan ini keberadaan Masjid didorong menjadi tempat edukasi, evakuasi dan pengungsian sementara serta penanganan awal saat terjadi bencana,” Ujarnya.

Ayah berputra satu ini berharap ke depan Masjid dan tempat ibadah yang lain juga menjadi bagian dari pusat kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat, khususnya jamaah dalam menghadapi bencana, sesuai jargon yang diusung, yaitu Masjid Tangguh Masyarakat Selamat.

Sementara itu Jauhari dari MUI mengatakan bahwa kegiatan ini ingin mengajak pengurus masjid untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana melalui edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana, sehingga jamaah tau tentang adanya potensi bencana di daerahnya, dan dapat berbuat sesuatu untuk evakuasi mandiri.

“Terimakasih atas partisipasinya semoga materi yang telah diterima nantinya dapat ditindaklanjuti sesuai kesepakatan pengurus takmir setempat,” Ujarnya.

Adapun materi yang diberikan dalam kegiatan ini diantaranya manajemen kebencanaan, identifikasi risiko dan mitigasi, kesiapsiagaan, masjid tangguh bencana, serta pengenalan fasilitas edukasi bencana yang dimiliki BPBD Jawa Timur.

Sedangkan Yono dari Sidoarjo mengatakan sangat senang dengan materi yang baru pertama diterima oleh takmir tentang konsep masjid tangguh bencana.

“Saya berharap ada pembinaan terhadap peserta setelah kegiatan ini, sebagai media saling berkomunikasi untuk membangun masjid tangguh bencana,” Harapnya. (Klik L1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *