AKRS di TMP Kusuma Bangsa Sidoarjo Kenang Jasa 1.195 Pahlawan

Sidoarjo, Siagakota.net – Suasana hening dan penuh khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Sidoarjo, Minggu (16/8/2026) dini hari. Tepat pukul 00.00 WIB, Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sebanyak 1.195 pahlawan dimakamkan di TMP Kusuma Bangsa. Mereka terdiri dari 793 anggota TNI, 127 anggota Polri, lima pegawai sipil, serta 270 pahlawan tak dikenal.

Prosesi AKRS berlangsung sakral. Penyalaan obor dan lilin di area makam menjadi salah satu momen paling mengharukan. Nyala api tersebut menjadi simbol semangat perjuangan para pahlawan yang diharapkan terus hidup dalam diri generasi penerus bangsa.

AKRS dipimpin Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Bupati Sidoarjo H. Subandi, Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, kepala OPD, serta jajaran TNI dan Polri.

Dalam renungan suci, disampaikan penghormatan dan rasa terima kasih yang mendalam atas pengabdian, keikhlasan, serta pengorbanan para pahlawan untuk bangsa dan negara.

Henoch menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan harus menjadi teladan bagi generasi penerus.

“Kami bersumpah dan berjanji bahwa perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami juga, dan jalan kebaktian yang para pahlawan tempuh adalah jalan bagi kami juga,” ucapnya.

Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan, AKRS merupakan momentum untuk mengenang sekaligus merefleksikan pengorbanan para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa dan raga demi Indonesia.

Menurutnya, keberadaan ribuan makam pahlawan di TMP Kusuma Bangsa menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan yang tidak ternilai.

“Sebagai generasi penerus, kita harus melanjutkan perjuangan mereka,” ujar Subandi.

Ia menambahkan, perjuangan di era sekarang tidak harus dilakukan dengan mengangkat senjata. Semangat kepahlawanan dapat diwujudkan melalui kerja keras, menjaga persatuan, membangun daerah, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

AKRS pun menjadi pengingat bahwa nilai perjuangan, pengorbanan, dan persatuan para pahlawan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.(Klik W1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *