BPBD Kota Probolinggo Adakan Pelatihan Destana Untuk Ciptaan Budaya Tangguh Bencana
Probolinggo, Siagakota.net — Salah satu upaya membangun budaya tangguh bencana yang dilakukan oleh BPBD Kota Probolinggo adalah dengan mengadakan pelatihan program desa tangguh bencana (destana).
Pelatihan yang rencananya ditindak lanjuti dengan pembentukan forum pengurangan risiko bencana tingkat Desa ini diselenggarakan di Balai Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedumpok, Kota Probolinggo, Jumat (30/10/2026).
Dalam kesempatan ini Eko Yudha, salah seorang nara sumber kegiatan ini, kepada Siagakota.net mengatakan bahwa program Destana merupakan upaya membentuk desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk mengenali potensi ancaman bencana di wilayahnya untuk kemudian mengorganisir warga untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas guna mengurangi risiko bencana serta memulihkan diri dengan cepat dari dampak bencana.
Untuk itulah dalam kegiatan ini melibatkan berbagai unsur seperti pengurus RT dan RW, Karang taruna, penyandang disabilitas, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, dan forkopimcam.
“Turut hadir juga Kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur, Ibu Deni Kiki Melia Tamara, Kepala BPBD Kota Probolinggo, Bapak Budi Harjanto, serta Kepala Kelurahan Kedopok, Bapak Rindra Hermawan” Tambahnya.
Pria murah senyum ini menambahkan bahwa setelah kegiatan pelatihan ini akan dilanjutkan dengan pembentukan forum pengurangan risiko bencana tingkat Kelurahan dengan segala programnya dalam rangka pengurangan risiko bencana
Ada beberapa materi yang disampaikan dalam pembentukan Destana, diantaranya tentang kajian risiko bencana partisipatif, rencana penanggulangan bencana, pembuatan peta dan jalur evakuasi serta rencana kontijensi tingkat Kelurahan.
Sementara itu Budi, salah satu pengurus forum prb jatim, yang dihubungi Siagakota.net mengatakan bahwa Semua materi destana akan dijadikan bahan pembelajaran oleh pengurus Forum PRB tingkat Desa yang ditunjuk untuk membangun budaya tangguh. Harapannya, BPBD berkenan menggandeng Forum PRB tingkat Kota untuk mendampinginya agar keberadaannya cepat mandiri dengan mengedepankan swadaya masyarakat setempat.
“Dengan demikian masyarakat dapat berperan aktif membangun ketangguhan menghadapi potensi bencana melalui mitigasi untuk mengurangi risiko bencana,” Tambahnya. [•]










