Relawan Berbagi Cerita Tentang Tugas Membantu Warga Terdampak Bencana Gempa NTT

 

Surabaya, Siagakota.net -Ramadhani, salah seorang relawan dari Lembaga Manajemen Infak bersama Wahid dan Hanna, dari Dompet Duafa berbagi cerita pengalaman bertugas menjalankan misi kemanusiaan membantu warga NTT yang terdampak bencana gempa.

Bertempat di basecamp keputih, kecamatan Sukolilo Surabaya, mereka bertiga, yang juga anggota Jamaah LC (Lorong eduCation) berbagi cerita untuk menambah wawasan anggotanya tentang pelaksanaan SKPDB (sistem komando penanganan darurat bencana) di NTT, yang belum berjalan sebagaimana mestinya, Minggu (27/09/3026) Malam.

Alfian, saat membuka acara mengatakan bahwa dialog semacam ini diharapkan dapat menambah wawasan anggota Jamaah LC tentang proses penanggulangan bencana. Baik itu saat fase pra bencana, darurat bencana, dan pasca bencana, sehingga ketika nanti berkesempatan turun ke lokasi bencana dapat segera beradaptasi dengan lingkungannya terkait dengan apa yang harus dilakukan sesuai perannya.

“Apalagi, menurut informasi masalah koordinasi antar pihak di lokasi sering mengalami hambatan karena berbagai faktor. Ini harus dipahami oleh relawan, agar tidak saling menyalahkan,” Katanya.

Apa yang dikatakan Alfian, diiyakan oleh Ramadhani, yang ketika disana sering melihat bahwa posko utama dalam kosong tidak ada acara rapat harian untuk laporan kegiatan, evaluasi dan rencana koordinasi selanjutnya, terutama dalam upaya melayani kebutuhan dasar para penyintas.

“Apalagi kondisi jalan menuju daerah terdampak sangat ekstrim, menyulitkan pengiriman logistik sehingga masih banyak warga yang belum mendapat bantuan. Inilah yang perlu dikoordinasikan dengan Dinas terkait,” Ujarnya.

Diceritakan juga bahwa selama disana mereka terlibat dalam banyak hal, diantaranya layanan dapur umum, pos air, layanan kesehatan, layanan dukungan psikososial, pembinaan TPQ, pendirian Sekolah Darurat, dan Masjid Darurat.

Sementara itu, Wahid dari Dompet Dhuafa mengatakan bahwa upaya yang terus dilakukan oleh relawan yang tergabung dalam organisasi swadaya masyarakat adalah pemenuhan terpal, alas tidur, baby kit, family kit, hygiene kit, air minum, sembako, dan huntara.

“Dompet Dhuafa juga mendirikan pos patriot pendistribusian logistik di Labuhan Bajo dan Maumere,’ Ujarnya menjelaskan sebagian program kemanusiaan di NTT.

Sebelum menutup acara, Alfian berharap agar kegiatan seperti ini terus dilakukan sebagai media pembelajaran untuk menambah wawasan. Sekaligus perlu mengusulkan kepada BPBD mengadakan pelatihan dan simulasi penerapan SKPDB yang melibatkan multi pihak sehingga jawa timur benar-benar siap menghadapi bencana.

“Termasuk usul agar Komunitas relawan diajak mendampingi program Destana dan SPAB sebagi upaya membangun budaya tangguh bencana,” Pungkasnya. [•]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *