Jaga Lingkungan, Relawan Bersihkan Sampah di Benteng Kedung Cowek Surabaya

 

Surabaya,Siagakota.net -Menjaga kebersihan lingkungan Benteng Kedung Cowek, di wilayah Kecamatan Bulak, Surabaya merupakan salah satu agenda dari world cleanup day Jawa Timur. Sekaligus upaya melestarikan bangunan kuno berupa benteng peninggalan jaman belanda.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu (30/08/2026) merupakan aksi bersama membersihkan pantai di sekitar lingkungan benteng dari banyaknya sampah yang berserak sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan lestari.

Amar, salah satu panitia, di dalam brosurnya mengajak berbagai elemen masyarakat lintas komunitas untuk ambil bagian dalam aksi nyata yang membawa dampak besar untuk kebersihan pantai sekitar benteng.

Sedangkan menurut Mulyanto, warga sekitar yang melihat kegiatan, mengatakan bahwa kebanyakan sampah yang berserak di sepanjang pantai dekat jembatan suramadu itu merupakan sampah yang dibawa gelombang laut, entah dari mana asalnya. Sisanya adalah sampah warga setempat. Kebanyakan berupa tas kresek, bungkus makanan kemasan, botol dan gelas plastik, serta barang yang terbuat dari gabus dan karet.

“Terjadinya penumpukan sampah di sepanjang pesisir pantai diakibatkan beberapa faktor, di antaranya masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal membuang sampah di sembarang tempat,” Katanya.

Masih kata pria bertubuh kurus ini, pihak Kelurahan dan Dinas Satpol PP Sudah sering mengingatkan agar tidak membuang sampah di pantai dan ikut menjaga kebersihan, tapi masih tetap bandel.

“Pernah dipasang rambu larangan dan diberi bak sampah, tapi hilang atau rusak,” Tambahnya.

Devita, yang datang bersama teman sekolahnya, mengatakan sangat senang ikut kegiatan bersih-bersih pantai, selain menjaga kelestarian flora dan fauna yang ada, juga secara tidak langsung meningkatkan kepedulian akan kebersihan lingkungan pantai.

“Kami berempat dari Sidoarjo ikut bersih-bersih sampah sekaligus ingin tahu keberadaan benteng kedung cowek, yang tampaknya kurang dirawat sehingga terkesan angker,” Ucapnya.

Sementara itu Andrea, temannya Devita yang sudah sering ikut gerakan bersih-bersih,lingkungan mengatakan jumlah pesertanya tidak sebanyak biasanya. Mungkin karena bertepatan dengan banyaknya acara tujubelasan.

“Disamping itu ada kegiatan serupa di pantai kenjeran batu-batu dekat gedung Sentra Ikan Bulak, Kelurahan Bulak banteng,”Pungkasnya. (Klik 10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *