Edukasi Penggunaan Alat Komunikasi Radio Untuk Mendukung Kegiatan Relawan Di Lapangan

 

Sidoarjo,Siagakota.net -Pada saat berlangsungnya operasi pencarian dan pertolongan di lapangan yang begitu dinamis dan perkembangan informasi yang cepat, maka keterlambatan atau kekekiruan menyampaikan informasi dapat berakibat besar terhadap jalannya kegiatan. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi menjadi penting dalam memastikan koordinasi berjalan efektif dan terarah, yang memerlukan kesiapsiagaan semua personil yang terlibat.

Berangkat dari situ, forum bersama lintas komunitas, menyelenggarakan Edukasi Penggunaan Alat Komunikasi Radio HT pada Kamis (30/07/2026) malam, bertempat di warung kopi Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang dikemas dalam program rutin yang bernama kopdar (kopi darat) diikuti oleh berbagai komunitas relawan sosial pecinta alam, sebagai upaya peningkatan kapasitas anggota dibidang komunikasi dan koordinasi lapangan.

Sukatno, dari TRC BPBD Provinsi Jawa Timur, yang menjadi nara sumber acara ini akan membahas penggunaan Handy Talky (HT) diantaranya untuk kegiatan Operasi SAR, Manajemen komunikasi saat bencana, Pemantauan kegiatan di alam bebas, Komunikasi kegiatan touring mobil atau motor, dan Manajemen komunikasi saat pengamanan sebuah acara, seperti pengamanan malam natal dan tahun baru. Penggunaan HT sangat diperlukan karena memiliki keunggulan di antaranya bebas pulsa, dan jangkauannya luas.

“Harapannya relawan dan pegiat alam dapat menggunakan radio komunikasi dengan bijak, menyampaikan informasi yang akurat, sekaligus menyaring informasi yang belum tentu kebenarannya, sehingga dapat menimbulkan kesalah pahaman,” Ujarnya

Sementara itu Atik , ketua R-BES merasa senang ikut acara kopdar yang sangat bermanfaat. Baik sebagai ajang silaturahmi, menambah teman dan wawasan terkait dengan penggunaan HT untuk kegiatan sosial kemanusiaan. Termasuk tata cara dan etika berkomunikasi dan aturan mengurus ijin penggunaan HT.

Perempuan paruh baya yang masih lincah ini juga mengatakan bahwa penguasaan keterampilan berkomunikasi melalui HT untuk berkoordinasi dalam sebuah tim merupakan bagian penting bagi relawan agar selalu siap menjalankan peran secara profesional dan bertanggung jawab di setiap kegiatan lapangan.

Sedangkan Ramadhan dari Turen, Kabupaten Malang yang dihubungi lewat selulernya, mengatakan bahwa relawan harus dapat menggunakan HT untuk berkomunikasi dengan petugas yang berada di Pos Komando.

“Semoga acara kopdar ini dapat memperkuat sinergi, dan solidaritas antar lembaga, organisasi, maupun komunitas relawan dalam melakukan operasi SAR maupun bencana,” Katanya.

Apa yang disampaikan oleh pria berkacamata ini dibenarkan oleh Bambang Siswoyo dari Rescue Mandiri Indonesia. Disamping sebagai wadah berbagi informasi tentang tata cara penggunaan HT, juga sebagai alat yang memudahkan koordinasi di lapangan melalui frekuensi tertentu yang disepakati. (Klik 10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *