Dua Jenazah Ditemukan Terbakar di Kawasan Mangrove Benoa

Badung, Siagakota.net – Warga digegerkan dengan penemuan dua jenazah manusia di kawasan mangrove dekat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Jumat (10/4) dini hari. Kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, diduga menjadi korban penganiayaan sebelum akhirnya dibakar.

Penemuan terjadi sekitar pukul 04.30 WITA di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan. Saat ditemukan, kedua jenazah tergeletak terlentang di area berlumpur di tengah rimbunnya pohon bakau. Salah satu korban masih mengenakan pakaian, sementara korban lainnya tanpa baju.

Kondisi jenazah menunjukkan tanda-tanda kekerasan berat serta luka bakar yang diduga disengaja. Lokasi kejadian yang berada dekat jalan raya membuat peristiwa ini mengejutkan warga dan pengguna jalan yang melintas.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.

“Saat ini tim gabungan dari Polresta Denpasar dan Polda Bali sudah berada di lokasi. Dugaan sementara, korban mengalami penganiayaan hingga meninggal dunia,” ujarnya.

Terkait luka bakar yang ditemukan pada tubuh korban, polisi masih menunggu hasil visum et repertum untuk memastikan penyebab dan tingkat keparahan luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa ini diduga berawal dari aktivitas tiga orang yang mengonsumsi minuman keras di lokasi kejadian. Saat persediaan habis, mereka sempat mencari tambahan minuman. Namun, menjelang pagi, dua orang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Satu orang yang diduga bersama kedua korban telah diamankan polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti, antara lain sepatu, sandal, botol bir pecah, gunting, dua unit ponsel, jam tangan, serta pecahan kayu. Garis polisi telah dipasang untuk kepentingan penyelidikan.

Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Berdasarkan data sementara, salah satu korban berhasil diidentifikasi bernama Hisam Adnan, kelahiran Semarang, 14 Mei 1996. Polisi masih terus mendalami identitas korban lainnya serta motif di balik kejadian tragis ini.(Klik DK1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *