Setiap Car Free Day, Alun-alun Lumajang Banjir Sampah

Lumajang,  Siagakota.net – Pemandangan miris banjir sampah jajanan, selalu terjadi setiap Minggu pagi, saat digelar Car Free Day (CFD) di Alun-alun kota Lumajang. Tumpukan sampah berserakan di jalan seputaran Alun-alun yang menjadi pusat jantung kota. Kondisi ini sangat memprihatinkan lantaran belum adanya kesadaran para pengunjung CFD dalam ikut menjaga kebersihan, “Miris sekali, kota peraih Adipura setiap tahunnya ini, kesadaran warga masih rendah , membuang sampah sembarangan. Tidak hanya di jalan, tetapi lapangan Alun-alun dan taman di dalam Alun-alun kotapun ,juga bertebaran sampah jajanan, ” ujar pramono, salah satu pengamat lingkungan.

Inilah penampakan sampah yang terjadi setiap CFD di Alun-alun  kota Lumajang
Inilah penampakan sampah yang terjadi setiap CFD di Alun-alun kota Lumajang

Katanya, hampir setiap minggu, CFD meninggalkan tumpukan sampah. Mestinya, fenomena banjirnya sampah jajanan ini tidak akan terjadi, jika setiap pengunjung yang datang tertib menjaga kebersihan ,” Saya kira tidak hanya pengunjungnya saja, tetapi para pedagang makanan ternyata juga melakukan hal yang sama, karena pedagang juga menyisakan sampah di sepanjang jalan seputar Alun-alun Lumajang, ” tambahnya.

Hal senada juga menjadi sorotan Achmad Jauhari, mantan anggota DPRD Lumajang yang mempertanyakan peran pemerintah melakukan pengawasan terhadap masalah sampah, “Seharusnya perangkat Pemkab ikut peduli dalam menyikapi banyaknya sampah yang di buang sembarangan, karena saya melihat tidak ada upaya petugas memberikan edukasi kepada pengunjung. Selain itu, tampaknya jumlah box sampah sangat minim yang ditempatkan di seputaran Alun-alun Lumajang, sehingga pengunjung kesulitan membuang sampah bekas jajanan, ” tandasnya kepada Siagakota.net.

Menurut Jauhari, meskipun usai CFD selesai sudah bersih kembali setelah di sapu petugas, belum ada nilai pembelajaran terhadap kesadaran masyarakat terhadap masalah kebersihan, “Masalah sampah seharusnya menjadi tanggungjawab bersama, ayo kita berbenah, karena asrinya kota Lumajang menjadi kebanggaan kita, apalagi kita sudah mendapatkan predikat kota Atib Berseri dan meraih berbagai penghargaan Nasional,” pungkasnya. (Klik6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *