Dipasok Sumber Kalisono, 2000 Pelanggan Bisa Nikmati Air Bersih lagi
Lumajang, siagakota.net- Dengan pasokan air dari sumber Kalisono, Ada sekitar 2000 pelanggan yang tutup, mulai tahun 2019 sampai 2022.Kini bisa menikmati air bersih lagi.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mahameru Lumajang, Khoirul Anam mengatakan,
Dengan adanya pasokan air ini, pelanggan bisa buka kembali dengan biaya gratis, alasannya dulu dinonaktifkan karena airnya tidak ada daripada bayar terus.
“gratis buka kembali, tetapi untuk yang kota-kota yang tutup terus buka kembali itu bayar,” katanya.
Karena mereka ditutupnya disebabkan menunggak membayar itu beda, umpamanya mau menghidupkan lagi tetap membayar.
” Bayarnya penuh karena belum ada pemutihan”, dalihnya.
Reservoar di desa Duren itu bersumber dari desa Sumber Wringin, dulunya air itu penuh-penuh.
“Dulu air di Sumber Wringin itu penuh -penuh, over low istilahnya, muntah keluar lewat pipa saluran pembuangan,” terangnya.
Tapi, sudah beberapa tahun tidak pernah muntah keluar air lagi,. artinya debitnya berkurang.
” layanan ke wilayah Klakah terganggu, denga mencari sumber lagi di sini.,” tukadnya.
Diungkpakan, Sumber Kalisono ini, untuk menambah pasokan air yang di reservoar yang lama.
“Akhirnya reservoar itu penuh lagi atau over low istilahnya, saran saya kami perintahkan bulan ini teman-teman perbaikan itu fokus di wilayah Klakah”, ungkapnya.
Keberhasilan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) , kini tidak hanya dinilai dari kapasitas produksi atau luas jangkauan layanan, melainkan lebih ditekankan pada kemampuan menjaga keseimbangan alam di sekitar sumber mata air.
Upaya pemerintah kabupaten Lumajang melalui Bupati Indah Amperawati (Bunda Indah) mencontohkan komitmen ini dengan peresmian SPAM Sumber Kalisono di desa Sumberwringin, kecamatan Klakah, pada 5 Januari 2026,” tandasnya.
“Penanaman pohon di kawasan sumber air dilakukan untuk mencegah degradasi lingkungan,” tandasnya.
pemanfaatan Sumber Kalisono dilakukan untuk mengurangi tekanan pada sumber air lain yang selama ini mengalami penurunan debit.
“Dengan sistem ini, distribusi air bersih dapat diatur secara lebih proporsional sesuai kapasitas masing-masing sumber.
“Kami tidak ingin satu sumber dipaksa melayani terlalu luas hingga debitnya berkurang,” tambahnya.
PDAM ada upaya untuk mengatasi krisis air. Untuk tahun berikutnya Sumber Mrutu, itu Pemda sudah yang ngurus melalui DPKP, dengan perkiraan nilai anggaran milyaran rupiah.
” Jadi anggaran itu untuk Sumber Mrutu, Kedungjajang dan Klakah. Tahun berikutnya terus disambung, dari Klakah terus ke Ranuyoso. Jadi tahun 2027 itu daerah Utara itu sudah aman, tidak ada krisis air, itu soal pekerjaan”, tambahnya.(klik8)










