Dr. Dra. Ni Made Cantiari, M.Si.: Sosok “Ibu Merdeka” yang Menginspirasi Perempuan Indonesia
Jembrana, Siagakota.net – Dr. Dra. Ni Made Cantiari, M.Si. dikenal sebagai sosok perempuan tangguh dan rendah hati. Gaya bicaranya yang tegas dan bersemangat membuat publik akrab menyapanya dengan sebutan “Ibu Merdeka.”
Perempuan kelahiran Singaraja, 13 Agustus 1963, ini merupakan putri dari pasangan I Nengah Tinggen dan Ni Ketut Mari asal Desa Bubunan, Buleleng. Sang ayah, I Nengah Tinggen, dikenal sebagai sastrawan sekaligus penulis bahasa Bali yang berjasa dalam melestarikan aksara Bali. Berkat dedikasinya, hingga kini aksara Bali masih banyak digunakan dalam berbagai karya seni dan budaya.
Karier Politik dan Kiprah Bela Negara
Pada usia yang masih muda, yakni 27 tahun, Dr. Cantiari telah dipercaya menduduki kursi DPRD Kabupaten Buleleng selama dua periode. Ia bahkan tercatat sebagai anggota DPRD termuda pada masanya dan pernah menjabat sebagai Ketua Komisi D serta Ketua DPRD sementara sebelum terbentuknya pimpinan definitif.
Selain kiprah politiknya, Dr. Cantiari juga dikenal sebagai tokoh inspiratif perempuan yang telah mencetak 13.000 kader Bela Negara dari berbagai jenjang pendidikan — mulai dari TK hingga SMA. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua I DPW Forum Bela Negara (FBN) RI Provinsi Bali dan aktif terlibat dalam penyusunan serta pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di berbagai kabupaten dan kota se-Bali.
Prestasi dan Penghargaan
Kiprah Dr. Cantiari tidak berhenti di ranah organisasi daerah. Saat menjadi anggota Resimen Mahasiswa (Menwa), ia terpilih sebagai peserta paling inspiratif se-Indonesia dari 700 mahasiswa. Ia juga menerima penghargaan sebagai Peserta Terinspiratif LEMHANNAS Provinsi Bali tahun 2022, serta dinobatkan sebagai:
. Pemuda Pelopor Tingkat Nasional bidang pembangunan desa
. Pelopor Pimpinan Tingkat Nasional
. Gender Champion Tingkat Nasional
. Relawan Perempuan P2WKSS di Timor Timur (kini Timor Leste)
Selain penghargaan tingkat nasional, Dr. Cantiari juga meraih berbagai penghargaan daerah, di antaranya:
. Tokoh Perempuan Bali Berprestasi
. Juara I Keluarga Sakinah/Ibu Teladan Provinsi Bali
Atas kontribusinya di bidang kebangsaan, ia mendapat predikat Barometer Kader Peduli Bela Negara Tingkat Nasional. Bersama organisasi seperti Pemuda Panca Marga (PPM), Forum Bela Negara (FBN), dan Korps Menwa, Dr. Cantiari berhasil membentuk lebih dari 15.000 kader Bela Negara yang bermarkas di Monumen Perjuangan Bangsal Dalung. Ia juga turut membina 788 anak asuh dari keluarga kurang mampu.
Aktif Berorganisasi Sejak Muda
Sejak tahun 1980, Dr. Cantiari telah aktif di berbagai organisasi. Hingga tahun 2025, ia tercatat telah memimpin lebih dari 65 organisasi, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun provinsi.
Berkat dedikasinya, ia pernah mendapat undangan khusus dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) di Jakarta untuk menghadiri pertemuan perempuan se-Indonesia.
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai narasumber Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, yang diinisiasi oleh Kak Seto bersama Kementerian Sosial RI.
Misi Pendidikan Karakter dan Moral Anak Bangsa
Menatap tahun 2025, Dr. Cantiari berkomitmen untuk fokus pada pembentukan karakter anak bangsa sejak dini — mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Program ini bertujuan menanamkan moral, etika, dan semangat nasionalisme pada generasi muda agar siap menjadi calon pemimpin bangsa yang berintegritas.
Ia juga berpesan kepada para orang tua agar turut berperan aktif dalam membina moral dan akhlak anak-anak.
“Kurangi waktu anak bermain gawai dan gim, agar mereka tidak terjebak di dalamnya. Namun di sisi lain, penting bagi generasi muda untuk menguasai literasi digital secara bijak,” ujarnya.
Dr. Cantiari menutup pesannya dengan ajakan penuh semangat:
“Mari kita tumbuhkan kesadaran belajar pada anak-anak agar mampu bersaing menuju Indonesia Maju dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.”( KlikDK1)










