UWK Surabaya Bekali Relawan dengan Pelatihan Jitupasna
Surabaya, Siagakota.net – Sebanyak 30 relawan kebencanaan dari berbagai organisasi mengikuti pelatihan Post Disaster Need Assessment (PDNA) atau Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) yang digelar Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung di Multifunction Room BG Junction Surabaya, Minggu (4/10/2026) tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UWK Surabaya dan mendapat dukungan dari Lions Club Surabaya Mengabdi.
Ketua Panitia, Johan Pahing Heru Waskito, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas para relawan dalam melakukan pengkajian dampak bencana, khususnya terkait kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan.
“Pelatihan ini menjadi bekal bagi relawan untuk terjun ke lokasi bencana, mengukur kerugian dan kerusakan pascabencana,” ujar Johan yang juga merupakan dosen Fakultas Teknik UWK Surabaya sekaligus salah satu pemateri.
Menurutnya, kemampuan melakukan pengkajian secara tepat sangat dibutuhkan dalam proses penanganan pascabencana. Data yang diperoleh dari lapangan dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan pemulihan masyarakat terdampak.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Fakultas Teknik UWK Surabaya, Akbar Bayu Kresno Suharso, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini dikemas dalam bentuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para relawan kebencanaan.
“Intinya adalah sharing ilmu kepada peserta, khususnya para relawan kebencanaan,” jelasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Andreas Eko Muljanto. Ia menjelaskan bahwa proses pengkajian kebutuhan pascabencana memiliki sejumlah tahapan yang harus dipahami oleh para relawan.
Menurut Andreas, pengkajian tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap kondisi di lapangan, tetapi juga didukung dengan pencarian dan pengumpulan data primer maupun data sekunder.
“Dalam pengkajian kebutuhan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Selain itu, diperlukan pencarian data primer dan sekunder. Yang juga perlu dipahami adalah tujuan dari pengkajian kebutuhan tersebut,” ungkapnya.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif menyampaikan berbagai pertanyaan seputar penerapan Jitupasna dalam penanganan bencana.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi para relawan sehingga mereka lebih siap dalam melakukan pengkajian kondisi, kerusakan, kerugian, serta kebutuhan masyarakat setelah terjadi bencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Program Studi Teknik Sipil UWK Surabaya, Danang Setiya Raharja.










