FOZ Tulungagung Salurkan Sejuta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

 

Tulungagung, Siagakota.net -Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Tulungagung berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta sejumlah lembaga amil zakat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Program bertajuk *Sejuta Liter Air Bersih untuk Daerah Terdampak Rawan Kekeringan* ini secara resmi diberangkatkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Senin (12/10/2026).

Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saat ini terdapat 14 desa di delapan kecamatan yang mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.

Melalui program ini, FOZ Tulungagung mengajak berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam membantu masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Ketua FOZ Tulungagung, Sugiyarno, S.E., CZM, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian lembaga zakat terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus upaya menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam bentuk bantuan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya.

Program ini dijadwalkan berlangsung hingga musim hujan tiba. Dalam pelaksanaannya, sebanyak lima truk tangki air direncanakan diberangkatkan setiap hari untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Adapun lembaga zakat yang terlibat dalam FOZ Tulungagung antara lain Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Laznas LMI, YBM PLN, PERSADA, dan LAZISMU. Kolaborasi juga melibatkan Baznas, BPBD, serta lembaga zakat lainnya, seperti LAZISNU, LAZ UQ, Al Haromain, dan satu instansi pemerintah daerah.

Sugiyarno menegaskan, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar penanganan kekeringan dapat berjalan lebih terarah, menjangkau lebih banyak penerima manfaat, serta memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, FOZ Tulungagung menerapkan mekanisme penyaluran berdasarkan pemetaan dan survei lapangan. Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah penerima manfaat serta kebutuhan air bersih di masing-masing wilayah.

Setelah pendataan, tim berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan menunjuk penanggung jawab di lokasi untuk membantu proses penerimaan bantuan. Jadwal distribusi kemudian disusun agar warga dapat mempersiapkan wadah penampungan air sebelum truk tangki tiba.

Susanto, dari Humanitarian Program Laznas LMI, menyampaikan bahwa bantuan air bersih menjadi langkah tanggap darurat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah terbatasnya ketersediaan air.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *