Monitoring dan Evaluasi Konservasi Terumbu Karang di Pantai Mutiara Trenggalek

 

Trenggalek,Siagakota.net –Upaya pemulihan ekosistem laut melalui program konservasi terumbu karang menggunakan metode Bioreeftek di Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional 3 Jawa. Selasa (03/11/2026).

Kegiatan monitoring ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan program konservasi yang telah dilaksanakan secara bertahap melalui kolaborasi antara LAZNAS LMI, POKMASWAS Rembeng Raya, dan PELINDO.

Dari hasil evaluasi, sekitar 3.000 unit media telah berhasil ditenggelamkan di kawasan Pantai Mutiara, yang terdiri atas Bioreeftek, Bioreeftek Cinta, media meja, serta fish house yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan terumbu karang sekaligus menjadi habitat bagi biota laut.

Susanto dari Laznas LMI, kepada Siagakota.net mengatakan bahwa dari hasil pemantauan memperlihatkan tanda-tanda pemulihan ekosistem bawah laut, dimana populasi ikan mulai kembali terlihat dan bermunculan di sekitar struktur karang buatan.

“Kondisi ini menjadi indikasi positif bahwa media konservasi mulai memberikan manfaat sebagai habitat baru bagi kehidupan biota laut,” Katanya.

Masih kata Santo, bahwa capaian program ini merupakan hasil dari proses pendampingan, kolaborasi, dan komitmen berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

“Program konservasi ini bukan sekadar menenggelamkan media ke dasar laut, tetapi bagaimana kita membangun kembali ekosistem yang sempat mengalami kerusakan. Ketika karang mulai tumbuh dan ikan kembali bermunculan, ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan program konservasi yang berkelanjutan,” Tambahnya

Sementara itu, Ibu Sulis dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional 3 Jawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program dan pelayanan yang telah diberikan oleh LAZNAS LMI bersama POKMASWAS Rembeng Raya.

“Pelaksanaan program yang dinilai maksimal, mulai dari pendampingan, koordinasi, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan, menjadi salah satu poin positif dalam evaluasi bersama,”

Dikatakan pula keberhasilan ini membuka peluang untuk memperkuat sinergi dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir pantai di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Sedangkan Ketua POKMASWAS Rembeng Raya, Kacuk Wibisono, turut berperan dalam memastikan keberlanjutan pelaksanaan konservasi di kawasan Pantai Mutiara. Keterlibatan kelompok masyarakat pengawas menjadi bagian penting dalam menjaga media konservasi, memantau perkembangan terumbu karang, serta mendorong kesadaran masyarakat terhadap kelestarian ekosistem laut.

“Hasil monitoring dan evaluasi ini menjadi modal positif bagi seluruh pihak untuk melanjutkan kolaborasi pada program berikutnya memberdayakan ” masyarakat pesisir pantai dalam arti luas” Harapnya. [•]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *