Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan Resmi Menjadi Desa Tangguh Bencana

Bangkalan, Siagakota.net -Kegiatan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, berlangsung selama empat hari, mulai Jumat, 30 Oktober hingga 2 November 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadikan masyarakat lebih siap, tanggap, dan cepat pulih apabila terjadi bencana di wilayah tersebut .

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, diantaranya, Erwin, Camat Burneh, M. Herli, Kapolsek Burneh, Moh. Zainul Qomar, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bangkalan, Perwakilan dari Koramil Burneh, Kades Langkap Djufri, yang diwakili oleh Jasuli, dan Bige Agus W, Tenaga Ahli Kebencanaan BPBD Provinsi Jawa Timur

Kepada Siagakota.net, Budi Cahyono dari FPRB Jawa Timur, mengatakan bahwa dengan terbentuknya Destana di Desa Langkap, masyarakat diharapkan mampu mengetahui dan menyiapkan jalur evakuasi serta titik kumpul yang aman, Menjadi masyarakat yang lebih siap dan tanggap saat menghadapi bencana, serta Lebih cepat pulih pasca bencana, mengembalikan situasi ke kondisi normal.

“Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Jatim menyumbangkan 50 bibit tanaman buah untuk dimanfaatkan warga dalam rangka upaya penghijauan dan pelestarian alam,” Katanya.

Pria berkacamata ini juga mengatakan bahwa tindak lanjut dari kegiatan ini adalah dibentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat desa. Adapun anggotanya antara lain dari Karang Taruna, Posyandu, Babinkamtibmas, dan Babinsa, yang didampingi oleh relawan lokal.

Dengan demikian keberadaan FPRB tingkat Desa diharapkan akan memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi mandiri dalam menghadapi potensi bencana.

Dikatakan pula bahwa pengurus forum diharapkan segera memetakan daerah rawan bencana, pendataan kelompok rentan, melakukan edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat dan menjalin koordinasi antar pihak terkait dengan informasi bencana.

Sementara itu Kapala BPBD Bangkalan, Moh. Zainul Qomar, menyampaikan harapannya kepada seluruh warga Desa agar mendukung dan membantu BPBD dan para pihak dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Kami berharap semua warga dapat mengikuti kegiatan Destana dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Pencegahan bencana tidak bisa dilakukan sendirian, harus ada kerjasama dan gotong royong dari semua pihak. Mari kita bekerja sama untuk keselamatan bersama.” Pintanya.

Sebagai tambahan informasi, Kepala BPBD mengatakan bahwa Kabupaten Bangkalan memiliki 273 desa dan 11 kelurahan, dan Desa Langkap kini menjadi salah satu desa yang telah terbentuk menjadi Destana guna membangun budaya tangguh.

“Semoga langkah ini menjadi awal kesiapsiagaan yang lebih baik dan dapat mendorong Desa dan Kelurahan lain untuk membentuk Destana berkolaborasi dengan berbagai pihak yang peduli terhadap upaya membangun kesiapsiagaan,” Pungkasnya. [•]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *