Bupati Pasuruan Tawarkan Investasi, Siapkan 1.500 Hektare di Nguling
Pasuruan, Siagakota.net – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mempromosikan sejumlah potensi unggulan daerahnya untuk menarik minat investor dalam ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Surabaya, Senin (5/10/2026).
Di hadapan para pelaku usaha dan calon investor, Rusdi memaparkan berbagai keunggulan Kabupaten Pasuruan, mulai dari akses transportasi yang strategis, ketersediaan kawasan industri, hingga rencana pengembangan kawasan industri baru di wilayah Nguling.
Menurut Rusdi, Kabupaten Pasuruan memiliki posisi geografis yang menguntungkan karena berada di antara Surabaya dan Malang. Selain itu, keberadaan tujuh gerbang tol menjadi nilai tambah bagi kelancaran distribusi barang dan mobilitas kegiatan usaha.
“Kita punya tujuh gerbang tol dan lokasi Kabupaten Pasuruan hanya satu jam dari Surabaya dan satu jam dari Malang,” ujar Rusdi.
Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi tersebut juga menawarkan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) sebagai salah satu pilihan strategis bagi investor yang ingin mengembangkan usahanya di Jawa Timur.
Ia menjelaskan, kawasan industri PIER masih memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Investor juga dapat memperoleh kemudahan karena berbagai infrastruktur dan utilitas pendukung telah tersedia.
“Di pusat industri Rembang itu sudah tersedia lahan yang tidak perlu Bapak-Ibu untuk mengurus KKPR lagi. Infrastruktur, utilitas, jaringan infrastruktur dan kelengkapannya karena sudah ada,” jelasnya.
Tak hanya menawarkan kesiapan infrastruktur, kawasan industri PIER juga didukung sistem pengelolaan limbah terpadu, termasuk pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan industrinya.
Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan tetap menekankan pentingnya manfaat investasi bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Rusdi menegaskan, perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Pasuruan wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal apabila tersedia warga dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
“Syaratnya cuma satu. Ketika masih tersedia pekerja yang mempunyai skill dari Kabupaten Pasuruan, wajib hukumnya 60 persen pekerja itu harus warga kami, warga Kabupaten Pasuruan,” tegasnya.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah agar masuknya investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Selain mengoptimalkan kawasan industri PIER Rembang, Pemkab Pasuruan juga menyiapkan wilayah Nguling sebagai salah satu tujuan pengembangan industri baru.
Rusdi mengungkapkan, kawasan di wilayah timur Kabupaten Pasuruan tersebut memiliki potensi lahan sekitar 1.500 hektare, membentang dari kawasan pesisir hingga jalan nasional.
Lokasinya juga dinilai strategis karena memiliki akses yang relatif dekat dengan jalan tol. Dari Gerbang Tol Grati, kawasan tersebut dapat ditempuh sekitar enam menit.
“Kita siapkan lahan 1.500 hektare, mulai dari bibir pantai sampai jalan nasional. Akses dari Tol Grati hanya enam menit,” ungkapnya.
Menurut Rusdi, wilayah Nguling memiliki peluang pengembangan investasi yang beragam, mulai dari pembangunan kawasan industri hingga sektor yang berkaitan dengan pelabuhan.
“Kita siapkan di situ untuk wilayah industri baru, di wilayah Nguling,” tambahnya.
Potensi lahan yang luas dan akses transportasi yang mendukung diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah timur Kabupaten Pasuruan.
Paparan tersebut disampaikan dalam EJIF 2026 yang mengusung tema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine through Strategic and Sustainable Investment.”
Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah di Jawa Timur untuk memperkenalkan potensi unggulan serta peluang proyek investasi kepada para pelaku usaha dan calon investor, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi yang strategis dan berkelanjutan. (Klik13)










