IARMI Surabaya Jadikan Mitigasi Bencana Program Prioritas, Siap Kolaborasi dengan Pemkot
Surabaya, Siagakota.net – Tak ingin berhenti pada seremoni pelantikan, DPKot IARMI Kota Surabaya langsung memasang target program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Mitigasi dan penanggulangan bencana ditetapkan sebagai salah satu program prioritas kepengurusan periode 2026–2030, sejalan dengan dorongan DPP IARMI Jawa Timur dan dukungan Pemerintah Kota Surabaya.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja DPKot IARMI Surabaya periode 2026–2030 di AHS Cafe & Resto Surabaya, Minggu (4/10/2026).
Mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Berkontribusi untuk Surabaya Maju dan Indonesia Kuat”, forum tersebut menjadi momentum menyusun arah kerja organisasi untuk empat tahun ke depan.
Sekretaris DPKot IARMI Surabaya Agus Winarko mengatakan, mitigasi bencana menjadi salah satu program yang mendapat perhatian serius dalam rapat kerja. Program tersebut dinilai relevan dengan kondisi Kota Surabaya dan kebutuhan masyarakat terhadap kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman.
“Mitigasi bencana masuk program prioritas. Ini atas masukan Ketua DPP dan juga mendapat apresiasi dari Bakesbangpol Kota Surabaya,” tandas Agus Winarko.
Dorongan memperkuat sektor kebencanaan sebelumnya disampaikan Ketua DPP IARMI Jawa Timur Agung Subagyo. Ia menilai IARMI memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam membantu masyarakat, terutama melalui penguatan kapasitas relawan dan edukasi kebencanaan.
Menurut Agung, Jawa Timur memiliki 14 berbagai potensi ancaman bencana. Karena itu, keberadaan Pasukan R-13 yang melibatkan unsur IARMI dan Menwa dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.
Peran tersebut tidak hanya diarahkan pada respons ketika bencana terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan dan mitigasi.
Edukasi kebencanaan bagi masyarakat, khususnya pelajar di sekolah, menjadi salah satu perhatian.
Pembekalan sejak dini dinilai penting agar generasi muda memiliki pengetahuan dan kemampuan menghadapi situasi darurat yang waktunya tidak dapat diprediksi.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Agus dari Bakesbangpol Kota Surabaya.
IARMI diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang aktif secara internal, tetapi mampu mengambil bagian dalam berbagai persoalan sosial dan kebencanaan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Surabaya.
Bakesbangpol juga membuka ruang bagi IARMI untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah kota. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan program yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Surabaya.
Ketua DPKot IARMI Surabaya Muzaki menegaskan, pelantikan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk bekerja.
“Hari ini kita dilantik, hari ini kita bekerja. Langsung rapat kerja,” ujarnya.
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui penyusunan program prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Selain kebencanaan, Rapat Kerja DPKot IARMI Surabaya membahas sejumlah bidang strategis. Ketua panitia Didin Kurniawan menjelaskan, pembahasan dibagi dalam dua komisi yang mencakup organisasi dan kaderisasi, humas dan kerja sama, pemberdayaan wanita dan lingkungan hidup, pengawasan internal, kewirausahaan, kesejahteraan anggota, pembinaan mental dan rohani, serta sarana dan prasarana.
Ketua DPP IARMI Jawa Timur juga mendorong DPKom IARMI di Surabaya yang belum terbentuk agar segera menggelar musyawarah. Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat jaringan organisasi sekaligus memastikan program kerja berjalan secara berkesinambungan.
“Yang belum terbentuk segera terbentuk, yang belum aktif lebih aktif,” tegas Agung.
Dengan kepengurusan baru yang dipimpin Muzaki sebagai Ketua, Didin Kurniawan dan John Alwin Kasian sebagai Wakil Ketua, Agus Winarko sebagai Sekretaris, Henri Marzal Wahab sebagai Wakil Sekretaris, Purnamasari Mandeyani sebagai Bendahara, serta Sujianto sebagai Wakil Bendahara, IARMI Surabaya menatap periode baru dengan agenda yang lebih konkret. Mitigasi bencana menjadi salah satu pintu masuk untuk membuktikan bahwa IARMI bukan sekadar organisasi, tetapi kekuatan sosial yang siap bersinergi dan hadir ketika masyarakat membutuhkan. [•]










