Pengobatan Penyakit Kaki Gajah Terkendala Biaya Transportasi

 

Sidoarjo, Siagakota.net -Komunitas Relawan Bencana Emergency Sosial (R-BES) bersama Rescue Mandiri mengadakan kegiatan kunjungan ke rumah Jajok Hari Untarto (55), biasa dipanggil Yoyok, penderita penyakit kaki gajah (filariasis). Kedatangan mereka berdasarkan informasi dari Haryono, relawan yang aktif di Persaudaraan Pengemudi Ambulan Indonesia (PPAI), tentang adanya warga miskin yang memerlukan bantuan pengantaran untuk berobat ke rumah sakit.

Pria paruh baya ini sudah menderita kaki gajah dengan pembengkakan pada kakinya lebih dari 10 tahun, sehingga tidak bisa bekerja. Kini semuanya bergantung pada istrinya dan kebaikan tetangganya

Atik dari Komunitas R-BES, kepada pewerta Siagakota.net, pada hari selasa (11/08/2026) mengatakan bahwa penderita penyakit kaki gajah ini berdiam di Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, namun masih ber KTP Surabaya beralamat di Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya.

“Hal ini membuat Kader Kesehatan, Puskesmas dan Perangkat Desa setempat kesulitan dalam upaya membantu perawatannya dikarenakan masalah administrasi kependudukan,” Katanya.

Dikatakan juga bahwa kondisi penderita penyakit kaki gajah ini sangat memprihatinkan, rumahnya sederhana, dan kehidupan ekonominya sangat perlu mendapat bantuan.

Istri Yoyok menjadi tulang punggung keluarga, dengan berjualan gorengan berkeliling kampung dengan sepeda onthel. Dia juga mempunyai dua anak yang menjadi tanggungannya.

“Untuk kesehariannya, Yoyok sering mendapat bantuan dari perangkat Desa, tetangga dan Kader Desa, namun ya tidak rutin dan ala kadarnya. Pernah ada komunitas yang membantu mengantarkan berobat ke Rumah Sakit, namun sekarang sudah tidak lagi,” Ucapnya lagi.

Kondisi yang serba kekurangan inilah yang menyebabkan upaya pengobatan kurang maksimal dikarenakan kendala biaya transportasi.

Dari kunjungan ke rumah penderita kaki gajah, dan hasil berdiskusi dengan beberapa pihak, Atik bersama relawan yang tergabung di komunitas R-BES, PPAI, dan Rescue Mandiri mencoba membantu pengantaran berobat. Rencananya hari Rabu, tanggal 12 Agustus 2026 akan mengantar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohamad Soewandhei Surabaya, menggunakan ambulan milik PPAI.

“Semoga rencana pengantaran pasien tidak mampu berobat ke rumah sakit mendapat kemudahan dan berharap ada partisipasi para pihak untuk bergabung meringankan proses pengantaran pasien dari keluarga tidak mampu,” Pungkasnya. (Klik W1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *