Viral Dugaan Penelantaran Anak di Surabaya, Armuji Sidak dan Pastikan Pendampingan untuk Bocah DA
Surabaya, Siagakota.net – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kediaman ayah bocah berinisial DA (5), yang viral di media sosial akibat dugaan penelantaran serta dijadikan alat untuk mengemis. Sidak dilakukan di kawasan Pasar Keputran, Jalan Dinoyo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Sabtu (1/8/2026).
Kedatangan Armuji bertujuan memastikan kondisi sebenarnya dari DA sekaligus menindaklanjuti laporan yang sebelumnya beredar luas di media sosial. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu langsung dengan ayah DA, Sunardi, untuk memperoleh penjelasan dari pihak keluarga.

Armuji, yang akrab disapa Cak Ji, mengungkapkan bahwa ibu kandung DA, Agustin Arimardika atau Ayu, sebenarnya telah melaporkan persoalan tersebut ke Rumah Aspirasi sejak Februari 2026. Namun, proses tindak lanjut sempat terhambat karena pelapor sulit dihubungi.
“Setiap kami konfirmasi tidak pernah ada balasan. Kami khawatir informasi yang diterima belum valid. Karena itu saya meminta Ayu datang langsung ke Rumah Aspirasi agar bisa menyampaikan persoalan secara langsung,” ujar Cak Ji.
Beberapa waktu kemudian, rekan Ayu kembali menghubungi Armuji dan meminta dilakukan mediasi. Namun, ia menegaskan bahwa mediasi hanya bisa dilakukan jika Ayu hadir secara langsung.
“Kalau memang ingin menyelesaikan persoalan ini, Ayu harus datang sendiri dan berbicara langsung,” tegasnya.
Pada Sabtu (1/8/2026), Ayu akhirnya memenuhi undangan tersebut untuk mengikuti proses mediasi bersama pihak terkait.
Dalam kesempatan itu, Armuji juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi.
Menurutnya, banyak konten viral yang telah dipotong, diedit, atau dipublikasikan ulang sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Jangan langsung percaya dengan video yang beredar di media sosial. Banyak yang diposting ulang atau diedit sehingga kebenarannya belum tentu sesuai fakta. Karena itu kami datang langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya,” katanya.
Meski proses klarifikasi masih berlangsung, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) telah memberikan pendampingan kepada DA.
Pendampingan tersebut difokuskan pada pemulihan psikologis anak agar tetap mendapatkan perlindungan dan rasa aman di tengah polemik yang terjadi.
“DP3APPKB sudah turun memberikan pendampingan. Pemerintah Kota Surabaya siap membantu proses pemulihan mental anak dan terus melakukan pendampingan,” jelas Armuji.

Sementara itu, Sunardi membantah seluruh tuduhan yang menyebut dirinya menelantarkan maupun memanfaatkan putrinya untuk mengemis.
Ia menegaskan bahwa DA selama ini tetap dirawat dan mendapatkan kebutuhan hidup yang layak.
“Itu sama sekali tidak benar. Semua tuduhan itu hoaks dan fitnah. Kalau tidak percaya, silakan tanyakan kepada warga di sekitar Pasar Keputran,” ujar Sunardi.
Sunardi juga menjelaskan bahwa video yang kini viral merupakan rekaman lama. Sedangkan foto-foto yang beredar di media sosial, menurutnya, sengaja direkayasa oleh mantan istrinya untuk membangun opini negatif terhadap dirinya.
“Kalau foto itu memang disetting. Mantan istri saya meminta seseorang memotret anak saya seolah-olah ditelantarkan,” ungkapnya.
Hingga kini, DA diketahui masih tinggal bersama ayahnya di kawasan Pasar Keputran, Jalan Dinoyo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Sementara kakaknya yang berinisial KT (8), saat ini tinggal bersama sang ibu dan masih duduk di bangku kelas II sekolah dasar.(Klik 3)










