FRPB Punya Layanan Ambulance Gratis Bagi Warga Kurang Mampu
Pamekasan, Siagakota.net -Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pamekasan yang dibentuk sebagai wadah relawan yang bergerak dibidang penanggulangan bencana, Baik saat pra bencana, tanggap darurat, maupun pasca bencana, kini juga merambah pada layanan sosial kemanusiaan.
Budi Cahyono, pendiri, sekaligus ketua FRPB, saat dihubungi pewarta siagakota.net, Rabu (22/07/2026) mengatakan bahwa bidang sosial kemanusiaan yang dimaksud adalah layanan ambulance gratis bagi masyarakat kurang mampu, seperti bantuan antar jemput berobat ke dokter, kontrol ke Rumah Sakit, evakuasi korban kecelakaan, dan pengantaran jenasah. Untuk dana operasional didapatkan dari donatur yang peduli terhadap program ini.
“Layanan ambulance menjadi salah satu program unggulan yang tumbuh dari kebutuhan nyata masyarakat kurang mampu terkait dengan pemenuhan layanan kesehatan. Sementara ini kami melayani rute Pamekasan ke seluruh Madura, Surabaya, hingga kota lain sesuai kebutuhan rujukan medis dan kesepakatan,”
Budi yang saat ini bekerja di BPBD Kabupaten Pamekasan juga berharap agar upayanya membuat kantor cabang di Kabupaten/Kota Jawa Timur dalam rangka memperluas jangkauan layanan ambulance lintas daerah, mendapat respon positif dari berbagai komunitas. Saat ini ada 5 unit ambulance, dan didukung tim relawan terlatih menangani kegawat daruratan, yang siap digerakkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.
Dikatakan pula bahwa saat terjadi bencana, unit ambulance yang dimiliki FRPB aktif membantu evakuasi di berbagai lokasi. Diantaranya saat terjadi Erupsi Semeru, Gempa Cianjur, dan kejadian lainnya. Semua kegiatan selalu dilakukan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan BPBD Provinsi maupun Kabupaten/Kota, sesuai dengan sistem komando penanganan darurat bencana.
“Saat ini kami hadir di Sumenep, Bangkalan, dan Surabaya. Untuk daerah lain, kami sedang menjalin kerja sama dengan komunitas setempat untuk menjalankan program ini, termasuk penyediaan rumah singgah,“ Katanya lagi.
Yeka Kusumajaya, penggerak Yayasan Mitigasi di Kota Malang, mengatakan apa yang sedang dirintis Budi Cahyono ini merupakan hal yang baik sebagai sebuah ajakan kepada relawan untuk lebih peduli kepada masyarakat yang kurang mampu dan sering terlupakan oleh pemerintah.
“Jika memungkinkan apa yang dilakukan oleh FRPB juga dilaporkan ke pemerintah agar diketahui dan ditindak lanjuti sesuai undang-undang yang mengatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara,” Katanya saat dihubungi sisgakota.net.
Sedangkan Suprapto dari Basecamp Juanda Coffee Sedati Sidoarjo, ketika dihubungi lewat selulernya mengatakan bahwa program layanan ambulance yang dirintis abah Budi akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu, terkait dengan pengantaran untuk berobat ke psukesmas atau rumah sakit.
“Semoga program ini dapat berkolabarasi dengan berbagai komunitas relawan untuk menjalankan misi kemanusiaan, yang selama ini kesulitan menyediakan unit ambulance untuk membantu transportasi pasien yang tidak mampu,” Pungkasnya. (Klik 10)










