BMKG: Bali Berpotensi Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang, Warga Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Denpasar, Siagakota.net – Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan prospek cuaca mingguan untuk wilayah Bali yang berlaku pada 20–26 Juli 2026. Secara umum, kondisi cuaca di Bali diperkirakan cerah hingga berawan, namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan serta gelombang tinggi di sejumlah perairan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di Bali berkisar antara 20–32 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 65–90 persen. Sementara itu, angin umumnya bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan sekitar 4–40 kilometer per jam.

BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan. Suhu muka laut yang hangat berkisar 26–29 derajat Celsius serta adanya massa udara basah hingga lapisan sekitar 850 hPa menjadi faktor yang meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif.

Untuk periode 20–23 Juli 2026, cuaca diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi secara tidak merata, terutama di wilayah Bali bagian tengah.

Memasuki periode 24–26 Juli 2026, pola cuaca relatif masih sama. Hujan ringan diprakirakan masih berpotensi turun di beberapa wilayah Bali, disertai angin yang bertiup cukup kencang dari arah timur hingga tenggara.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang laut mencapai 2 hingga 4 meter di sejumlah perairan, terutama di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, maupun masyarakat yang beraktivitas di laut.

BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan hujan sedang yang terjadi secara lokal di wilayah Bali bagian timur, serta peningkatan kecepatan angin yang dapat memicu gelombang tinggi di beberapa perairan.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pelayaran, serta menggunakan air secara bijak mengingat sebagian wilayah Bali masih memasuki musim kemarau. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun lahan guna mencegah terjadinya kebakaran.

BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan peringatan dini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.(Klik DK1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *