Rapat Evaluasi Program, Komunitas Relawan Perkuat Kapasitas Anggota dan Tata Organisasi


Surabaya, Siagakota.net – Sejumlah komunitas relawan sosial dan kemanusiaan menggelar rapat evaluasi program sebagai langkah memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas anggota, serta menyusun strategi pengembangan organisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Bunda Atik, kawasan Simojawar, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Minggu (28/6/2026) sore.

Rapat dihadiri beberapa komunitas relawan yang selama ini aktif berkolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program yang telah maupun sedang berjalan tetap sesuai dengan hasil keputusan bersama.

Bunda Atik menyampaikan rasa syukur karena seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memperluas kolaborasi dengan komunitas lain agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

“Alhamdulillah semua kegiatan berjalan dengan baik sesuai rencana. Tinggal bagaimana kita dapat mengajak komunitas lain untuk meningkatkan layanan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Bunda Atik yang berprofesi sebagai penjahit juga mengusulkan peningkatan kapasitas anggota di bidang kebencanaan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan peran relawan dalam edukasi pengurangan risiko bencana sekaligus memperkuat kemampuan mereka saat bertugas di lapangan.

Selain itu, peserta rapat juga membahas upaya penggalian dana operasional komunitas sebagai bentuk penguatan keberlanjutan program sosial.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas anggota, pengurus berencana menggandeng sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang kebencanaan. Salah satu pihak yang akan diajak bekerja sama adalah Jamaah Lorong eduCation yang selama ini aktif memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, peserta juga mendapatkan informasi mengenai keberadaan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB). Unit tersebut memiliki tugas memastikan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

ULD-PB juga berperan memfasilitasi berbagai kebutuhan penyandang disabilitas agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait, serta mendorong keterlibatan mereka dalam penanganan pengungsi apabila memungkinkan.

Dengan memahami fungsi ULD-PB, para relawan diharapkan dapat bersinergi dan mendukung pelayanan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas saat terjadi bencana.

Sementara itu, terkait rencana penggalian dana operasional, Prayogi mengingatkan agar seluruh mekanisme dibahas secara terbuka bersama anggota. Menurutnya, besaran iuran harus disepakati bersama dan tidak membebani anggota komunitas.

“Ingat ya, masalah uang di komunitas sosial sangat rawan menimbulkan perpecahan. Untuk itu harus dikelola dengan baik, transparan, dan sesuai kesepakatan,” tegasnya.

Prayogi yang telah lama berkecimpung di dunia kerelawanan juga mendorong pengurus untuk segera melakukan penataan internal organisasi tanpa mengabaikan program-program yang sedang berjalan.

“Pengurus harus segera bertemu dengan para pendiri untuk melakukan konsultasi dan koordinasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” pungkasnya.(Klik 10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *