Mahasiswa UIN Surabaya Jalin Kolaborasi Kebencanaan dengan Lorong eduCation

Surabaya, Siagakota.net – Komunitas Jamaah Lorong eduCation (LC) menerima kunjungan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus menjajaki kerja sama lintas komunitas di bidang edukasi kebencanaan dan kemanusiaan, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Basecamp Lorong eduCation, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya itu membahas penguatan kapasitas relawan penanggulangan bencana, khususnya dalam praktik Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis bagi penyintas bencana.

Salah satu mahasiswa UIN Surabaya, Nayla, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan membantu komunitas dalam sosialisasi praktik PFA kepada para relawan sebagai bekal saat bertugas di lokasi bencana. Selain itu, pihaknya juga ingin mempelajari berbagai kegiatan edukasi kebencanaan yang selama ini dijalankan Lorong eduCation.

“Saya mengetahui Lorong eduCation dari Instagram. Kegiatannya sangat relevan dengan tugas mata kuliah yang sedang saya kerjakan, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan sosial kemanusiaan,” ujarnya.

Mahasiswa lainnya, Yulia, menambahkan bahwa kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menggali informasi mengenai praktik pendampingan psikologis terhadap penyintas, termasuk pelatihan dan sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat maupun komunitas relawan.

Sementara itu, Alfin selaku tuan rumah yang juga aktif di Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Jawa Timur menyampaikan bahwa Lorong eduCation kerap menerima kunjungan mahasiswa dari berbagai kampus yang membutuhkan referensi terkait kegiatan kebencanaan.

“Alhamdulillah, informasi yang dibutuhkan teman-teman mahasiswa terkait isu kebencanaan dapat kami bantu untuk mendukung penyelesaian tugas akademik mereka,” katanya.

Fasilitator Program Satuan Pendidikan Aman Bencana, Erick, menjelaskan bahwa Jamaah Lorong eduCation selama ini aktif menggelar sosialisasi kebencanaan di sekolah, komunitas relawan, hingga kelompok PKK. Selain itu, komunitas juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menumbuhkan budaya masyarakat tangguh bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Nurasyikin dari Mahagana Universitas Airlangga turut berbagi pengalaman saat mendampingi anak-anak penyintas di pengungsian. Ia mengaku kerap mengajak anak-anak bernyanyi, bermain gim edukatif, hingga belajar melalui lagu untuk membantu mengurangi trauma pascabencana.

“Tujuannya agar anak-anak tetap merasa gembira dan tidak terus larut dalam kesedihan,” ungkapnya.

Kegiatan kolaborasi lintas komunitas yang berlangsung santai dan penuh keakraban itu ditutup dengan acara makan rujak bersama sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas antar relawan.(Klik W1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *