Penyelenggara Khotmil Qur’an Prihatin, Pj Kades Kedunglengkong Absen Hingga Periode ke-20
Mojokerto, Siagakota.net — Ketidakhadiran Penjabat (Pj) Kepala Desa Kedunglengkong, Rusmiati, S.Pd., dalam kegiatan Rutinan Khotmil Qur’an menuai keprihatinan dari penyelenggara kegiatan. Hingga memasuki periode ke-20, Pj Kades Kedunglengkong disebut belum pernah sekalipun hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Penanggung jawab Rutinan Khotmil Qur’an yang digelar di Makam Umum Dusun Banjarsari, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., mengungkapkan rasa prihatin atas minimnya perhatian pemerintah desa terhadap kegiatan keagamaan dan budaya masyarakat. Ia juga menyoroti ketidakhadiran perangkat desa dalam kegiatan rutin tersebut.
“Selama 20 periode pelaksanaan, Pj Kepala Desa Kedunglengkong belum pernah hadir. Bahkan perangkat desa juga tidak terlihat. Hanya Kepala Dusun Banjarsari yang pernah hadir beberapa kali, namun tidak secara konsisten,” ujar Hadi, Minggu (4/1/2026).
Hadi yang juga menjabat sebagai Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya berencana melakukan aksi sebagai bentuk dorongan terhadap keterbukaan informasi publik Pemerintah Desa Kedunglengkong.
Ia menekankan pentingnya melestarikan adat dan budaya leluhur, termasuk tradisi mendoakan orang tua dan leluhur yang telah meninggal dunia. Menurutnya, nilai-nilai tersebut memiliki peran besar dalam membentuk karakter masyarakat.
“Kita wajib menghormati dan mendoakan orang tua serta leluhur kita. Mereka memiliki jasa besar dalam membentuk kepribadian kita,” tuturnya.
Selain itu, Hadi juga menyoroti pentingnya edukasi bagi generasi muda agar mampu menjaga dan melestarikan nilai agama dan budaya melalui syiar keagamaan.
“Anak-anak harus dikenalkan dengan nilai agama dan budaya sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berakhlak mulia,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dan keistiqamahan dalam beribadah sebagai kunci meraih kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Menurutnya, generasi muda membutuhkan teladan nyata agar terdorong menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, keluarga, dan bangsa.
Penasihat kegiatan, Ustaz Muhid, menyampaikan apresiasi kepada Hadi Purwanto atas dukungannya terhadap pelaksanaan Rutinan Khotmil Qur’an, baik dalam syiar agama maupun dukungan akomodasi.
“Semoga seluruh jemaah yang hadir diberikan kesehatan serta keimanan dan keislaman oleh Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut telah berjalan hampir dua tahun dan akan memasuki usia dua tahun dalam empat bulan mendatang. Menurutnya, sesuatu yang dijalani dengan rasa ikhlas dan kebersamaan akan terasa ringan dan penuh keberkahan.
Sementara itu, Penasihat Jemaah, K.H. Hasan Mathori, dalam tausiyahnya menekankan bahwa inti ajaran Islam adalah tauhid, yakni keimanan kepada Allah SWT. Ia mengingatkan agar umat tidak berlebihan dalam mengagungkan kekuasaan maupun harta.
“Yang patut diagungkan hanyalah Allah SWT. Jika ada ajakan yang tidak benar, maka kita tidak wajib mengikutinya,” tegasnya.
Kegiatan Rutinan Khotmil Qur’an ini diharapkan terus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual dan sosial di tengah masyarakat Desa Kedunglengkong.(Klik3)










