Sidoarjo, Siagakota.net – Ratusan warga Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin, melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin, Sidiarjo. Mereka menuntut Kepala Desa Mochammad Shoicunuruddin mundur, karena diduga menyelewengkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Aksi digerakkan oleh Gerakan Masyarakat Peduli Desa Boro, didampingi LSM Seven Gab, dengan membawa 15 tuntutan, di antaranya:
1. Transparansi setoran hasil lelang tanah kas desa 2024–2025.
2. Keterbukaan penggunaan anggaran BUMDes 2023–2025.
3. Realisasi pembangunan yang belum terlaksana meski sudah dianggarkan.
Warga menyebut bahwa musyawarah desa hanya formalitas dan laporan keuangan tidak transparan. Aksi berlangsung aman dengan pengawalan Polsek dan Koramil Tanggulangin.
Kepala Desa saat mediasi bersama warga
Dalam mediasi, Kades Shoicunuruddin mengakui bahwa sebagian hasil lelang tanah desa tidak seluruhnya masuk ke kas desa, melainkan dibagikan ke empat perangkat desa, yang memicu kecurigaan lebih dalam.
Ia juga menanggapi tuntutan terkait proyek pengurukan di TPST sebagai respons atas banjir Sungai Gedangrowo, mengklaim hal itu sudah disetujui dalam rapat dengan 25 RT. Jawaban tertulis akan diberikan dalam dua hari.
Kapolsek Tanggulangin, Kompol Anggono, dan Camat Tanggulangin, Sabino Moreno, menegaskan aspirasi warga akan ditindaklanjuti ke Bupati dan Inspektorat Sidoarjo. Proses pemeriksaan akan dilakukan sesuai aturan.(Klik3)