Jagongan Sejarah Era 2025 Mengenang Pejuang Merah Putih Lumajang
Lumajang, Siagakota.net – Gagasan muncul dari generasi milineal mewarnai 80 tahun Indonesia merdeka, dengan agenda cerdas bertajuk, “ Jagongan Sejarah”. Obrolan santai ala anak muda ini, bakal membahas sejarah perjuangan rakyat Lumajang, di era 1945 -1947 terkait dengan Agresi Belanda di kota pisang lumajang.
Zainul, Ketua Juru Lamadjang menjelaskan kalau acara jagongan ini akan digelar akhir pekan besok,23 Agustus 2025 di Kedai Oemah Sroedji Jl.Seruji Barat No. 5 (Bletokan) Lumajang, mulai jam 7 malam sampai selesai, “Buat kalangan muda, khususnya pelajar di Lumajang, ayo ikut acara ini, karena disini kita akan memutar ulang memorabilia saat semua bersoal dentuman senjata, getir perjuangan dan bara semangat perjuangan putra putri terbaik Lumajang, dengan kisah kisah heroiknya agar kita tidak lupa dengan harga dan arti kemerdekaan itu sendiri,” ujar Zainul yang juga pegiat sejarah di Lumajang.
Katanya, jagongan ini tidak sekedar membaca sejarah, tetapi sekaligus berdiskusi untuk menemukan jawaban apa yang harus kita perbuat sebagai generasi muda dalam memaknai hari kemerdekaan tahun ini,”Makanya, dalam forum santai jagongan ini kita akan mengundang nara sumber penulis buku Sejarah Perjuangan Rakyat Lumajang, yang menbahas lebih dalam akan berbagai peristiwa bersejarah di era 45 sampai 47, saat terjadinya perlawanan rakyat melawan Agresi Belanda di Lumajang,” tandasnya.
Sementara itu, penulis buku Sejarah Perjuangan Rakyat Lumajang, Joko Pramono, dihubungi terpisah menyatakan kesediaannya atas ide cerdas komunitas Komunitas Juru Lamadjang yang memaknai 80 tahun kemerdekaan 2025 ini, dengan obrolan sejarah,”Saya sangat mengapresiasi gagasan anak muda ini yang mau peduli dan memberikan perhatian khusus terhadap penghargaan para pejuang kemerdekaan. Karena dengan cara ini, generasi muda sebagai pewaris kemerdekaan, kedepan tidak kehilangan jati dirinya, mengingatkan semangat para pejuang kita dulu, yang rela meneteskan darah dan nyawa mereka untuk mempertahankan kemerdekaan. Tanpa perjuangan mereka, kita akan hidup dalam penindasan dan penjajahan Belanda yang sudah ratusan tahun lamanya,” ujar Joko, yang juga Humas DHC.45 Kabupaten Lumajang.
Harapannya, Jagongan sejarah ini nantinya akan dihadiri lebih banyak peserta. Apalagi acaranya, gratis dan juga dipandu oleh Fahmi, Akademisi Sastar sebagai moderator dan Pemantik oblolan, Drs. Joni M.Pd, dari MGMP Sejarah Lumajang yang juga pengajar sejarah di SMAN 3 Lumajang.(klik6)










