WFH ASN 1 Hari per Pekan Tunggu Arahan Presiden, Tak Berlaku untuk Semua Sektor
Jakarta, Siagakota.net – Rencana penerapan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sebagian pekerja swasta kini tinggal menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut akan diumumkan secara resmi setelah mendapat arahan langsung dari Presiden.
“Setelah ada arahan Bapak Presiden, baru nanti diumumkan resmi. Sabar saja,” ujar Tito saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Sudah Dibahas, Tinggal Finalisasi
Tito menjelaskan, sejumlah menteri terkait telah menggelar rapat pematangan pada Selasa (24/3/2026). Ia menegaskan, skema WFH bukan hal baru bagi pemerintah, mengingat pengalaman penerapan sistem kerja serupa saat pandemi Covid-19.
Menurutnya, pelaksanaan WFH satu hari dalam sepekan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri maupun pemerintah daerah dinilai memungkinkan.
“Kita sudah punya pengalaman. Bahkan saat itu 25 persen WFO tetap berjalan,” jelasnya.
Meski demikian, Tito menekankan bahwa sektor pelayanan publik tetap harus berjalan normal. Layanan vital seperti transportasi, rumah sakit, hingga kebersihan tidak boleh terganggu oleh kebijakan ini.
Tidak Berlaku untuk Semua Sektor
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak akan diterapkan secara menyeluruh di semua bidang pekerjaan.
Ia menyebut, hanya sektor-sektor tertentu yang memungkinkan kerja jarak jauh yang akan menerapkan skema tersebut.
“Perlu diluruskan, ini hanya untuk sektor tertentu. Sektor pelayanan, industri, dan perdagangan kemungkinan tidak termasuk,” ujarnya di Istana Merdeka.
Dorong Efisiensi Kinerja
Prasetyo menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari arahan Presiden dalam sidang kabinet paripurna, sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, khususnya di lingkungan pemerintahan.
Saat ini, pemerintah masih merumuskan detail teknis, termasuk mekanisme pelaksanaan hingga penentuan hari WFH dalam sepekan.
“Sedang kita finalkan dan secepatnya akan disampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya.(Klik B1)










