Wayan Suyasa Hadiri Musda DPD FBN RI Bangli, Tegaskan Komitmen Bela Negara dan Apresiasi Pecalang
Badung, Siagakota.net – Nama Wayan Suyasa, salah satu tokoh masyarakat Bali, tengah menjadi sorotan publik, khususnya di Kabupaten Badung. Setelah mengundurkan diri dari partai berlambang pohon beringin yang selama ini turut ia besarkan, banyak pihak menantikan langkah politik selanjutnya dari sosok yang dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat ini.
Pada Sabtu, 8 November 2025, Wayan Suyasa kembali tampil di hadapan publik dengan menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) DPD Forum Bela Negara (FBN) RI Kabupaten Bangli, yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bangli, Jalan Brigjen Ngurah Rai No. 32, Bangli.
Sebagai Ketua Harian DPP FBN RI Wilayah Bali–Nusra dan NTT, Wayan Suyasa dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Pengabdiannya yang tulus dan kontribusinya yang nyata di bidang sosial membuatnya menjadi inspirasi bagi jajaran pengurus dan anggota Forum Bela Negara di Provinsi Bali.
Dalam kesempatan tersebut, usai membuka acara Musda, Wayan Suyasa juga menyematkan tanda kehormatan berupa baju kebesaran Forum Bela Negara RI kepada Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Ketut Suastika, S.H., M.H. sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya terhadap organisasi.
Ketut Suastika menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tinggi kepada Wayan Suyasa. “Beliau adalah sosok dermawan yang selalu berperan aktif dalam Forum Bela Negara tanpa pamrih. Kontribusinya terhadap bangsa dan negara sangat nyata, terutama di wilayah Bali–Nusra dan NTT,” ujar Ketut Suastika dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kiprah Wayan Suyasa mencerminkan semangat bela negara yang sesungguhnya — menumbuhkan nasionalisme, menanamkan jiwa rela berkorban, serta menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pemaparannya, Wayan Suyasa menjelaskan makna bela negara secara luas sebagai tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945, yang menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.
“Forum Bela Negara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepentingan bangsa dan negara dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri,” tegasnya.
Selain itu, Wayan Suyasa juga menyoroti peran penting Pecalang, sebagai bagian dari organisasi adat Bali yang selama ini aktif menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Ia menilai Pecalang sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta ketentraman adat dan budaya Bali.
“Pecalang berperan besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pelaksanaan upacara adat serta ketertiban masyarakat. Sudah sepatutnya pemerintah memberikan apresiasi dan perhatian khusus, misalnya dengan menyediakan regulasi dan penghargaan berupa pendapatan layak bagi para Pecalang,” ujarnya.
Wayan Suyasa menambahkan bahwa DPW FBN RI Provinsi Bali sepakat memandang Pecalang sebagai bagian dari bela negara yang terbukti efektif dalam menjaga keamanan, baik pada kegiatan lokal, nasional, maupun internasional.
Menutup pemaparannya, Wayan Suyasa menegaskan kembali bllahwa Forum Bela Negara RI merupakan wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berkontribusi demi bangsa.
“FBN RI adalah organisasi yang terbuka bagi siapa pun yang ingin berperan dalam bela negara. Organisasi ini berdiri murni sebagai bentuk loyalitas terhadap pemerintah yang saat ini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Kita harus bersatu dan berkontribusi maksimal demi kejayaan Indonesia,” tegas Wayan Suyasa, S.H.(klikDK1)










