Warga Marah, Lokasi Bencana Erupsi Semeru di Lumajang Jadi Wisata Tontonan

Lumajang,Siagakota.net- Sejumlah warga terdampak erupsi vulkanik gunung Semeru marah, melihat membludaknya warga yang datang menonton di lokasi bencana. Pasalnya, erupsi yang kembali terjadi Senin siang(24/10) dibanjiri warga pendatang yang hendak menyaksikan erupsi. Padahal, lokasi bencana sudah dinyatakan terlarang untuk didatangi dan bukan menjadi area wisata.

“Ayo, pulang semuanya, ini bukan tontotan, kalau mau selfi jangan disini, banjir lahar bisa datang lagi,” Ujar Samin, warga desa Supiturang Kec. Pronojiwo Lumajang yang rumahnya juga terkena imbas vulkanik Semeru.
Katanya, ratusan warga datang bukannya mau menolong para korban, justru hanya mengambil gambar/selfie sambil menari-nari. “Masak sudah tahu banyak rumah yang hancur, kok selfie disini, ” katanya jengkel.

Kondisi yang sama juga terjadi di sekitar jembatan Gladak Perak, di jalur Kali Besuk Kebokan yang sejak kemarin dibanjiri penonton yang hendak mengambil gambar. Bahkan, mereka menutup jalan akses Gladak Perak sambil selfie dan menikmati pemandangan erupsi.

Warga Kampung Renteng yang berada di sekitar Gladak Perak juga menyesalkan ulah pengunjung yang sekedar menyaksikan erupsi tanpa memperhatikan keselamatannya.

Meskipun jalan sudah ditutup dan dijaga ketat Polisi, warga masih meringsek masuk diatas jembatan Gladak Perak. Bahkan, ada puluhan pedagang kaki lima yang juga nekat menggelar jajanannya di lokasi berbahaya. Padahal, Senin siang tadi, erupsi kembali terjadi dan menggulung lahar panas hingga menimbulkan kepulan asap tebal di atas Gladak Perak.

Sementara itu, pihak BPBD Kabupaten Lumajang masih memberlakukan tanggap darurat lewel IV (awas) untuk semua lokasi aliran erupsi Semeru.

Bahkan, Bupati Lumajang, Bunda Indah Amperawati sudah mengintruksikan agar warga berdampak langsung Erupsi agar tetap tinggal di tempat penampungan bencana, sampai ada pengumuman status penurunan lewel tanggap darurat.

Sementara, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan bahwa dalam kejadian erupsi, telah menelan korban, sebanyak tiga orang mengalami luka berat (bakar) akibat erupsi Gunung Semeru yang saat ini sudah ditangani pihak medis RSU Dr. Haryoto Lumajang.

Selain itu BNPB juga mencatat akibat erupsi telah menimpa 204,63 hektare lahan pertanian yang rusak parah terdampak letusan Gunung Semeru tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, melaporkan bahwa BNPB juga mencatat sebanyak 21 rumah rusak berat akibat letusan Gunung Semeru tersebut.

“Selain lahan pertanian seluas 204,63 hektare rusak, ada rumah rusak berat 21 unit, termasuk fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan gardu PLN masing-masing rusak berat satu unit,” tandanya.

Dilaporkan juga, ada tiga desa yang paling terdampak akibat erupsi sejak Rabu kemarin. Adapun rincian tiga desa tersebut yaitu, Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.(Klik6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *