KSMI Lantik 63 Pengurus Jawa Timur dan Tetapkan Jatim sebagai Tuan Rumah Perdana Linus 2025
Surabaya, Siagakota.net- Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) resmi melantik 63 pengurus Komite Sepak Bola Mini Jawa Timur untuk masa bakti 2025–2026 pada Jumat (21/11/2025) di Graha Mahameru, Jalan Diponegoro 152, Surabaya.
Acara ini turut dihadiri Director of Relation International Mini Football Federation (IMF), Khaled Al Hadid, serta mendapat dukungan penuh dari KONI Jawa Timur dan tim medis Pemprov Jatim yang terdiri dari tenaga kesehatan RS Menur, RS Ubaya, dan RS Hermina.
Ketua Umum KSMI, Yan Mulia Abidin, menjelaskan bahwa penetapan Jawa Timur sebagai lokasi event perdana Liga Nusantara (Linus) Mini Soccer 2025 merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang dan ketat.
“Ini pertama kalinya Komite Sepak Bola Mini Indonesia menyelenggarakan Linus. Event ini adalah event berkelanjutan. KSMI sendiri baru berdiri 19 Februari kemarin, tapi alhamdulillah kita sudah melewati beberapa tahapan, internasionalnya juga sudah,” ujar Yan Mulia Abidin dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa Jawa Timur dipilih bukan tanpa alasan. “Siapa yang siap. Kan tidak serta-merta kita tunjuk. Prosesnya cukup panjang. Jawa Timur yang saya anggap mumpuni. Makanya saya memutuskan untuk tuan rumah Jawa Timur,” tegasnya.
Linus KSMI 2025 akan diikuti 16 tim dari berbagai provinsi dan daerah di Indonesia. Seluruh pertandingan akan digelar setiap hari mulai pukul 14.00 WIB di Lapangan Thor, Jalan Patmosusastro No. 12, Darmo, Wonokromo, Surabaya.
Ajang ini mengusung misi ganda, yaitu pembinaan atlet dan persiapan menuju kompetisi internasional. “Kita berharap Linus ini menjadi ajang persiapan bibit-bibit unggul untuk sepak bola mini ke depan. Namun, sekali lagi, kita di Februari besok ditunjuk oleh International Mini Federation sebagai tuan rumah Asia Champion kedua,” ungkap Yan.
Menyadari bahwa Linus 2025 adalah event pertama yang digelar KSMI, Yan menekankan pentingnya dukungan semua pihak dan sikap realistis terhadap penyelenggaraan.
“Saya berharap, walaupun pertama kali pasti banyak kekurangan. Saya tidak berharap 100 persen, 80 persen itu sudah hebat. Kami di pusat tidak berharap ini 100 persen rapi dan bagus. 80–90 persen jadi pun sudah luar biasa. Kita tidak usah muluk-muluk lah ya, sederhana saja gitu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KSMI Jawa Timur, Johny Hartono, menyampaikan kebanggaannya karena dipercaya menjadi tuan rumah pertama pelaksanaan Linus.

“Merupakan kebanggaan bagi kami Jawa Timur, bisa ditunjuk oleh Pak Ketua Umum Pusat sebagai acara perdana untuk secara nasional. Dan semoga kali ini dapat berjalan luar biasa dan dapat diakui,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya mini soccer sebagai jembatan antara futsal dan sepak bola standar. “Mini soccer ini di atasnya futsal, di tengah-tengah ya, di bawahnya soccer biasa. Ini mungkin merupakan jantung daripada sepak bola,” jelasnya.
Menurut Johny, mini soccer adalah wadah yang ideal bagi pemain yang belum memiliki kesempatan berprestasi di sepak bola profesional. “Teman-teman yang tidak bisa berprestasi di sepak bola secara profesional, mungkin bisa di sepak bola mini. Dari bibit di sepak bola mini, kita bisa masuk ke sepak bola yang profesional. Jadi ini ajang untuk prestasi,” tambahnya.
Secara teknis, mini soccer memiliki ukuran lapangan yang lebih kecil dibanding sepak bola standar. Ukuran lapangan mini soccer adalah 35 x 40 meter, sementara lapangan sepak bola standar berukuran 50 x 60 meter. Perbedaan ini membuat permainan mini soccer lebih cepat, dinamis, dan menuntut teknik yang efektif.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, mini soccer diharapkan mampu menjadi arena bagi lahirnya bibit-bibit muda potensial yang dapat meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di sela rangkaian kegiatan, Charles Edward Tumbel turut menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia menilai momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur organisasi serta mendorong perkembangan sepak bola mini di Jawa Timur maupun di tingkat nasional.(Klik3)










