Cerita Santri Suci Diabadikan dalam Buku, Jadi Kado Setengah Abad Mambaus Sholihin Gresik
Gresik, Siagakota.net- Cerita kehidupan santri Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kini diabadikan dalam sebuah buku berjudul Sisik Melik Santri Suci.
Buku tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan setengah abad Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, sekaligus menjadi kado istimewa untuk milad KH Masbuhin Faqih.
Buku Sisik Melik Santri Suci ditulis oleh Agus H M Zainul Huda bersama para alumni. Kehadirannya menjadi penanda perjalanan panjang pesantren yang telah melahirkan ribuan santri dan alumni, serta berkontribusi dalam kehidupan keagamaan dan sosial di Gresik maupun daerah lain.
Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Alumni Mambaus Sholihin (HIMAM), Maftuh, menjelaskan bahwa proses penyusunan buku tersebut dilakukan dalam waktu relatif singkat, sekitar 27 hari. Meski demikian, isi buku dinilai sarat makna karena memuat refleksi pengalaman hidup santri yang dekat dengan keseharian pesantren.
“Sisik melik Santri Suci ini adalah kepingan-kepingan kecil pengalaman hidup santri yang sederhana, tetapi penuh makna. Kami ingin menghadirkan pelajaran dan ibrah, terutama bagi adik-adik santri yang saat ini sedang menempuh pendidikan di pesantren,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Dalam buku ini, pembaca diajak menyusuri berbagai cerita khas kehidupan santri, mulai dari antre kamar mandi, rindu rumah, kenakalan santri, persahabatan, ro’an, ngaji, hingga khidmah.
Selain itu, dawuh-dawuh Romo Kiai Masbuhin Faqih yang membekas dalam ingatan santri juga dituturkan sebagai bagian penting dari perjalanan spiritual mereka.
Tak hanya merekam masa mondok, Sisik Melik Santri Suci juga mengisahkan perjalanan para alumni setelah kembali ke tengah masyarakat. Beragam kisah jatuh bangun kehidupan, perjuangan, hingga kebangkitan ditampilkan sebagai gambaran bagaimana nilai-nilai pesantren tetap hidup dan menyertai langkah para santri dalam berbagai profesi dan peran sosial.
“Buku ini juga memperlihatkan bagaimana ukhuwah ma’hadiyah tetap terjaga, meski para santri telah menempuh jalan hidup masing-masing,” tambah Maftuh.
Dengan bahasa yang ringan dan bertutur, Sisik Melik Santri Suci menjadi cermin proses pembentukan karakter santri di lingkungan pesantren.
Lebih dari itu, buku ini juga berfungsi sebagai arsip kenangan yang menjembatani masa lalu, masa kini, dan masa depan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin di Gresik.(KLIKW2)










