Biaya Rehab Pasar Serangin Diduga Terlalu Besar
Lumajang, siagakota.net- Pembangunan rehab pasar serangin diduga anggaranñya kelewat besar besar pasalnya anggaran Rp. 44.647.584, yang dikerjakan CV. Usman hanya untuk membangun toilet ukuran 1,5 m x 4 m.
Belum lagi di papan informasi berbunyi pekerjaan rehabilitasi pasar, tidak untuk memperbaiki pasar malah untuk membangun prasarana.
Salah satu warga, Budi menyebutkan, dengan anggaran tersebut seharusnya toilet bisa lebih luas.
“Kalau anggaran sebesar 44.647.584 untuk bangunan sekecil itu, sangat mahal sekali,” katanya.
Diungkapkan, papan nama dan kegiatan tidak singkron, dimana papan nama menyebut rehabilitas pasar, tetapi bangun prasarana.
“Kalau kegiatan rehab pasar, yang diperbaiki stan pasar. Ini pasarnya dibiarkan rusak,” ungkapnya.
Belum lagi pekerja tidak pakai APD dan tidak menerapkan K3.

“Pembangunan toilet ada pemasangan atap dan rawan kecelakaan kerja,” terangnya.
Dikatakan pula, dia menyayangkan lolosnya verivikasi di DPUTR. Membuat toilet biaya nya sangat mahal.
“Mungkin DPUTR kekuragan personil, sehingga verifikasinya kurang teliti,” tukasnya.
Jadwal pekerjaan juga terlalu lama karena laporan PPHP harus sebelum tanggal 15 Desember.
“Ini sudah akhir bulan dan musim hujan, kemungkinan molor bisa terjadi,” pungkasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Lumajang, A Ridha mengatakan, anggaran pembangunan toilet tidak terlalu besar karena ada septitank, keuntungan kontraktor.
“Perencanaan yang merencakan konsultan perencana dan berdasarkan HPS dari pemkab dan ada hitungannya.serta tidak ngawur,” katanya.
Apalagi DPUTR udah memverifikasi perencanaannya, itu betarti sudah sesuai.
“Perencanaanya kalau DPUTR udah memverifikasi berarti sudah sesuai baik volume dan harganya,” kata Ridha.(klik8)










