Banjir Terjang Sejumlah Wilayah di Padang, Air Capai Ketinggian 1,5 Meter

Padang, Siagakota.net – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026). Luapan sungai akibat hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga sore hari menyebabkan permukiman warga terendam. Sejumlah warga terpaksa menyelamatkan diri dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Di Kecamatan Kuranji, sedikitnya 40 kepala keluarga (KK) di kawasan Lapau Munggu terdampak langsung akibat genangan air yang merendam permukiman.

Sementara itu, banjir bandang menerjang kawasan perumahan Lubuk Park di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Air bah datang secara tiba-tiba dengan membawa material lumpur dan menerjang kawasan permukiman. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai lebih dari 1,5 meter.

Derasnya arus banjir membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi. Bahkan, sebagian warga dilaporkan bertahan di atas atap rumah untuk menghindari terjangan air.

Sejumlah kawasan lain juga terdampak, termasuk Sungai Lareh di Kecamatan Koto Tangah serta permukiman di sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji, Kecamatan Kuranji.

Perumahan Lumin Park Cluster di kawasan Lubuk Minturun turut dilanda banjir. Kawasan tersebut sebelumnya juga mengalami banjir pada November 2025.

Hingga saat ini, jumlah keseluruhan rumah yang terdampak, korban jiwa, serta total kerugian akibat banjir masih dalam proses pendataan. Kondisi di sejumlah lokasi terdampak perlu terus dipantau, terutama apabila hujan kembali turun dan debit sungai meningkat.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan wilayah rawan banjir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta segera menjauh dari aliran sungai dan mencari tempat yang lebih aman apabila air mulai naik, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kepada Siagakota.net, Santo dari Lembaga Manajemen Infaq, mengatakan telah menyiapkan personil dan peralatan pendukung menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi untuk berkolaborasi dengan pihak lain upaya penyelamatan masyarakat yang terdampak.

“Perkembangan kondisi banjir, proses evakuasi warga, dan pendataan dampak bencana masih perlu diperbarui berdasarkan informasi resmi dari pihak berwenang,” Ujarnya, (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *