Aksi 24 Tim Rugby Bertanding Ramaikan Lapangan Thor Surabaya
Surabaya, Siagakota.net – Ingin menyaksikan pertandingan olahraga yang seru, penuh adrenalin, tetapi tanpa harus membeli tiket? Warga Surabaya dan sekitarnya bisa merapat ke Lapangan Thor Surabaya. Selama 7–10 Oktober 2026, sebanyak 24 tim rugby bakal beradu kekuatan dalam ajang Surabaya Rising Champion (RSC) 2026).
Menariknya, masyarakat tidak perlu merogoh kocek untuk menyaksikan pertandingan. Panitia membuka akses secara gratis bagi masyarakat yang ingin datang langsung menikmati atmosfer pertandingan rugby sekaligus mengenal lebih dekat olahraga yang mengandalkan kekuatan, kecepatan, strategi dan sportivitas tersebut.
RSC 2026 diikuti tim-tim dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Mereka berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Bojonegoro, serta SMADA Sekolah Taruna.
Ketua PRUI Kota Surabaya, Herlina Harsono Nyoto, mengatakan RSC tidak hanya dirancang sebagai ajang perebutan gelar juara. Kompetisi ini juga menjadi bagian dari pembinaan dan persiapan atlet menghadapi Porprov Jawa Timur 2027, yang diharapkan dapat digelar di Kota Surabaya.
“RSC ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk menambah pengalaman dan jam terbang. Sekaligus mempertemukan mereka dalam suasana kompetisi yang sehat dan membangun persaudaraan,” ujar Herlina.
Bagi masyarakat yang selama ini hanya mengenal rugby melalui tayangan video atau media sosial, RSC menjadi kesempatan untuk melihat langsung seperti apa olahraga tersebut dimainkan. Kontak fisik, kecepatan berlari, strategi tim hingga perebutan poin menjadi bagian dari dinamika pertandingan.
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa sekaligus pengurus PRUI Jawa Timur, Irmantara Subagyo, menyebut rugby memiliki peluang besar untuk berkembang. Terlebih, rugby akan menjadi salah satu cabang olahraga pada Porprov Jawa Timur 2027.
Menurutnya, kompetisi seperti RSC penting untuk menemukan bibit-bibit potensial. Atlet yang tampil di Lapangan Thor tidak hanya membawa nama klub atau daerah, tetapi juga berkesempatan menunjukkan kemampuan yang dapat membuka jalan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Prestasi Disbudporapar Kota Surabaya, Indriatno Heryawan, mengajak peserta bertanding dengan penuh semangat namun tetap menjunjung sportivitas. Ia menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi hal penting dalam olahraga rugby.
“Keamanan tetap menjadi yang utama. Menang memang menjadi target, tetapi sportivitas dan kebersamaan jangan sampai ditinggalkan,” katanya.
Ketua Panitia RSC 2026, Imam Haromain, mengatakan kejuaraan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bagi atlet, tetapi juga memperluas pengenalan rugby kepada masyarakat. Karena itu, kehadiran penonton menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer pertandingan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga tersebut.
Pembukaan RSC 2026 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Patriot Olahraga, dilanjutkan sambutan para pemangku kepentingan olahraga. Kejuaraan kemudian secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Ketua PRUI Kota Surabaya, Herlina Harsono Nyoto.
Pembukaan turut dihadiri Dr. Randika Asiani, Sekretaris Umum KONI Surabaya, Rizky Satrio Utomo, Sekretaris PRUI Jawa Timur, serta sejumlah pengurus PRUI Kota Surabaya. Dukungan berbagai pihak diharapkan semakin memperkuat perkembangan rugby di Surabaya dan Jawa Timur.
Jadi, bagi warga Surabaya yang mencari tontonan olahraga berbeda selama pekan ini, Lapangan Thor adalah salah satu tempat yang patut didatangi. Tidak ada tiket masuk, tinggal datang dan nikmati langsung aksi para pemain rugby dari berbagai daerah Jawa Timur.
Siapa tahu, dari bangku penonton itulah tumbuh ketertarikan baru untuk mengenal, mencoba, bahkan menjadi bagian dari olahraga rugby. (*)










