Refleksi Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Jawa Timur Menuju Musyawarah Besar Ke-5 Tahun 2026

 

Sidoarjo, Siagakota.net – Sebuah momentum penting dalam memaparkan capaian serta merencanakan program ke depan digelar Forum Pengurangan Risiko (F-PRB) Jawa Timur dalam acara Refleksi Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas tahun 2026, Sabtu (05/09/2026) Siang, dengan tema menguatkan kolaborasi, menyongsong Jawa Timur tangguh dan berkelanjutan.

Kegiatan ini bertempat di Tenpina BPBD Jawa timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, diikuti oleh seluruh anggota F-PRB se Jawa Timur dan para relawan dari berbagai komunitas mitra F-PRB, dengan agenda Refleksi Pelaksanaan PRBBK di Jawa Timur, Penyampaian capaian dan tantangan, Diskusi kelompok dan praktek baik, Perumusan rekomendasi tindak lanjut, dan Penguatan komitmen kolaborasi.

Ratna, sebagai ketua panitia pelaksana, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kegiatan ini bertujuan antara lain untuk: menyamakan pemahaman mengenai arah kebijakan dan penguatan ekosistem PRBBK di Jawa Timur, Menyajikan praktik baik serta hasil konsolidasi FPRB Kabupaten/Kota di lima wilayah Bakorwil, dan Menghimpun isu lintas wilayah dan rekomendasi sebagai bahan menuju MUBES V FPRB Jawa Timur 2026 serta Kontribusi pembelajaran bagi agenda PRBBK yang lebih luas.

“Kami perlu menegaskan bahwa rumusan kegiatan ini merupakan bahan rekomendasi dan masukan bagi mubes yang akan datang, bukan keputusan yang mendahului kewenangan musyawarah,” Tegasnya.

Sementara itu, Catur Sudharmanto, Sekretaris Jenderal F-PRB Jawa Timur, mengatakan bahwa kegiatan Forum selama ini telah banyak menginspirasi forum daerah lain. diantaranya pembinaan destana, dan gerkatin, pelatihan manajemen penanggulangan bencana untuk berbagai komunitas relawan, melakukan advokasi prb ke berbagai pihak, penyusunan kebijakan, dan memanfaatkan media sosial untuk melakukan edukasi pengurangan risiko bencana, serta menginformasikan keberadaan forum beserta semua kegiatannya.

“Sebelum mubes saya berharap semua Kabupaten dan Kota sudah terbentuk forum beserta programnya.sudah terbentuk semua. Termasuk data komunitas relawan yang menjadi mitra forum,” Ujarnya.

Dalam acara diskusi kelompok, yang berlangsung dinamis masing-masing pihak menyampaikan pendapat dan harapan terkait pelaksanaan PRBBK yang melibatkan banyak pihak dalam rangka membangun budaya tangguh sesuai jargon ‘Bersama Kita Tangguh’.

Atik Sumariati, dari relawan bencana emergency sosial, mengatakan sangat senang mengikuti kegiatan ini untuk menambah wawasan dan kawan. Dia juga berharap kedepan F-PRB juga melakukan pembinaan kepada komunitas relawan untuk meningkatkan kapasitasnya.

“Selama ini kegiatan kami lebih banyak bergerak di bidang sosial, serta berpartisipasi dalam upaya penanganan kecelakaan di Sungai bersama potensi SAR yang ada di Surabaya. Sedangkan keterlibatan kami di lokasi bencana, membantu tagana di Dapur Umum,” Katanya.(Klik 10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *