IISAR 2026, Wadah Relawan Menambah Wawasan di bidang pencarian dan pertolongan
Surabaya, Siagakota.net -Salah satu peserta Indonesia International Search and Rescue (IISAR), Arti Novelia Trisnawati dari Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan, kepada Siagakota.net mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan cakrawala baru bagi relawan tentang operasi penyelamatan di udara maupun di laut itu memerlukan sebuah sistem global yang sangat komplek dan terstruktur.

Kegiatan yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition, Tangerang ini mencoba menyelaraskan regulasi internasional dari lembaga dunia seperti OCHA, IMO, dan ICAO, dengan kebijakan nasional hingga menyentuh ranah kearifan lokal, sehingga masing-masing pihak dapat bekerja sesuai kondisi setempat.
Alumni Universitas Airlangga Surabaya ini juga bilang bahwa, dalam menghadapi situasi pencarian dan pertolongan serta darurat bencana, Indonesia tidak berdiri sendiri. Kita adalah bagian dari jaringan kemanusiaan global yang saling memperkuat demi memastikan bahwa setiap detik dalam upaya penyelamatan itu benar-benar berharga.

“Ada satu pernyataan yang berkesan bagi saya, yaitu speed without coordination creates chaos, yang menggambarkan betapa pentingnya koordinasi dalam situasi darurat untuk menyelesaikan nyawa,” Katanya saat dihubungi, Sabtu (11/07/2026) Siang.
Apa yang dikatakan oleh pemegang magister manajemen bencana ini sejalan dengan tujuan penyelenggaraan IISAR, diantara sebagai wadah bertemunya berbagai pemangku kepentingan bidang SAR untuk menjalin kolaborasi, menambah wawasan serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan untuk menyelamatkan korban.
Hasil dari kegiatan ini diharapkan terbangunnya kesepahaman antar negara, lembaga pemerintah, organisasi kemanusiaan, akademisi dan sektor swasta dalam meningkatkan efektifitas penanganan korban disaat darurat.
Ibu berputra satu yang masih tercatat sebagai anggota komunitas Lorong eduCation ini juga mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung meriah ini mengusung tiga rangkaian utama, yaitu pameran teknologi SAR, forum diskusi internasional, dan tantangan kompetensi penyelamatan yang mempertemukan para praktisi SAR profesional.
“Kebetulan saya kebagian mengikuti kegiatan forum diskusi yang membahas Kebijakan dan penguatan standar, yang mencakup protokol lintas agensi, peningkatan literasi mitigasi daerah rawan bencana dan penguatan aliansi menghadapi risiko perubahan iklim,” Ujarnya.
Sementara untuk pameran meliputi modernisasi dan inovasi sarana prasarana SAR, alat evakuasi berat dan pemanfaatan teknologi canggih.
Sedangkan arena kompetisi difokuskan pada uji taktis dan kesiapan personil, simulasi operasi penyelamatan dengan tingkat kesulitan tinggi.
“Materinya semua berbahasa inggris, nanti akan saya kirimkan lewat grup WhatsApp untuk bahan belajar bersama menambah wawasan ,” Pungkasnya. [Klik 10)










