Revitalisasi Diapresiasi, Warga Soroti Aset Kota yang Cepat Rusak

Sidoarjo, Siagakota.net – Momentum perayaan Hari Jadi ke-167 Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 menjadi bukti deretan capaian pembangunan sepanjang 2025. Bupati Sidoarjo H. Subandi pun berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Salah satu capaian yang menjadi sorotan utama ialah revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo. Bupati Subandi menyebut langkah tersebut sebagai kado istimewa bagi warga Kota Delta, sekaligus simbol wajah baru pusat kota yang lebih representatif dan ramah publik.

Salah satu ornamen hias yang rusak bawah Flyover Jenggolo, tepat di depan SMAN 1 Sidoarjo
Salah satu ornamen hias yang rusak bawah Flyover Jenggolo, tepat di depan SMAN 1 Sidoarjo

Namun di balik capaian tersebut, masih terselip catatan kritis dari masyarakat. Sejumlah bangunan dan aksesori keindahan kota di beberapa titik justru tampak rusak dan kurang terawat. Salah satunya terlihat di sudut bawah Flyover Jenggolo, tepat di depan SMAN 1 Sidoarjo. Ornamen hias yang seharusnya mempercantik kawasan itu tampak rusak, terkesan dipasang asal-asalan, dan dibiarkan tanpa perawatan.

Ornamen hias yang rusak dan hanya di beri ikatan tali tanpa adanya perbaikan
Ornamen hias yang rusak dan hanya di beri ikatan tali tanpa adanya perbaikan

Agus Salah, warga Sidoarjo, saat ditemui Siagakota.net pada Senin (9/2/2026) menuturkan bahwa kondisi tersebut sangat disayangkan. Menurutnya, pembangunan yang menggunakan anggaran besar akan terasa sia-sia jika tidak dibarengi dengan perawatan yang serius dan berkelanjutan.

“Kalau hanya membangun tapi tidak dirawat, ya percuma. Baru beberapa waktu sudah rusak. Ini kan fasilitas dan keindahan kota, seharusnya jadi perhatian bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Agus berharap pemerintah tidak hanya fokus pada proyek-proyek besar yang bersifat seremonial, tetapi juga memperhatikan detail kecil yang langsung terlihat dan dirasakan masyarakat sehari-hari. Ia menilai, wajah kota bukan hanya ditentukan oleh ikon besar seperti alun-alun, melainkan juga oleh sudut-sudut kecil yang mencerminkan keseriusan pengelolaan tata kota.

Kritik tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak berhenti pada peresmian. Perawatan, pengawasan, dan kualitas pengerjaan menjadi kunci agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat dan kebanggaan bagi masyarakat Sidoarjo.(Klik3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *