Sekdaprov Buka Rakor dan Business Matching P3DN Provinsi Jatim 2025

Surabaya, Siagakota.net- Sekretaris Daerah Provisi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Adhy Karyono membuka Rakor dan Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim, dengan tema ”Transformasi Industri Lokal Menuju Kemandirian dan Ekonomi Inklusif yang Berkelanjutan”, Kamis (27/11/2025) di Atrium Jawa Pos Arena Surabaya.

Sekda Adhy mengatakan, bahwa Jawa Timur sangat luar biasa karena pertumbuhan ekonomi diatas rata – rata nasional yakni 5.22 persen, sedangkan nasional 5,04 persen. Ini menunjukkan pergerakan kegiatan ekonomi Jawa Timur betul – betul sudah on the track, namun masih harus melihat bagaimana perkembangan selanjutnya untuk bisa mencapai target yang telah ditetapkan, dengan mengenjot semua industri dan semua investasi.

“Saya melihat Rakor dan Business Matching P3DN ini penting, maka menjadi perhatian kita bersama untuk mendukung program Presiden, bangga dengan buatan Indonesia. Oleh sebab itu pada hari ini sangat tepat jika kegiatan ini diberikan kepada pelaku atau Organsasi Perangkat Daerah (OPD) yang memang melaksakan kegiatan – kegiatan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) khususnya terkait pengunaan produk dalam negeri. Melalui forum ini kita ingin bahwa produk dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri, namun memang masih ada kendalanya,”kata Adhy.

“Kita perlu pendapatan yang bagus untuk bisa memberikan dampak pembangunan yang besar. Oleh karena itu saat ini Jawa Timur beruntung sangat tergantung dari UMKM yang merupakan penopang ekonomi kita. UMKM ini harus kita berdayakan dan kita lindungi. Salah satunya adalah semua PBJ mengutamakan produk dalam negeri yang diproduksi oleh Usaha Kecil dan Menengah,”tambah Adhy.

Kadisperindag Jatim, Iwan mengatakan kegiatan Rakor dan Business Matching P3DN Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 ini diselenggarakan yang ke-4 kalinya dengan tujuan untuk memfasilitasi pertemuan antara instansi pengguna produk dalam negeri dengan pelaku usaha industri dalam negeri dan diharapkan dapat meningkatkan komitmen seluruh instansi untuk membelanjakan anggarannya pada produk dalam negeri yang berkontribusi pada kemajuan sektor perindustrian serta mendorong perekonomian nasional.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Timur, Arif Endro Utomo mengatakan peran dan nilai tambah penggunaan produk dalam negeri dalam pembangunan nasional adalah mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan barang impor, pemberdayaan industri dalam negeri, menjadikan negara lebih produktif, membuka kesempatan berusaha dan bekerja serta mempercepat pemerataan pembangunan perekonomian dan ketahanann nasional.

Chandra Lesmana dari Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa TKDN dapat diverifikasi oleh 5 institusi yaitu Badan Standarisasi dan kebijakan jasa industry, PT Anindya Wiraputra Konsult, PT Biro Klasifikasi Indonesia (persero), PT Surveyor Indonesia, PT Superintending Company of Indonesia.

Sementara Sondhy Kameswara dari Kementerian Perindustrian RI mengatakan Pelaku usaha yang dapat mengajukan permohonan sertifikasi TKDN Barang adalah perusahaan industri, pelaku usaha yang melakukan kerja sama dengan perusahaan industri untuk memproduksi barang.

Sondhy juga menyampaikan Sertifikat TKDN diterbitkan dan ditandatangani secara elektronik oleh pejabat (Kemenperin) yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian, berbentuk digital dan dapat diunduh, dengan masa berlaku selama 5 tahun dengan pengajuan secara elektronik melalui Sistem Informasi Industri Nasional.(klik3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *