Sekolah Murid Sedikit dan Kualitas Penanganan
Sidoarjo, Siagakota.net- Di Indonesia, sebagian besar orangtua melihat sekolah sebagai tempat pendidikan anaknya. Tidak salah sih, karena pemerintah sendiri memberi istilah “jenjang pendidikan”, sehingga wajar dalam perkembangannya sekolah diharapkan sebagai tempat mendidik. Meski banyak seminar parenting yang mencoba memberi pencerahan bahwa rumah adalah tempat mendidik anak-anak dan sekolah sebagai pendukung dan pelengkapnya, namun hal itu belum cukup berhasil. Secara realita, siswa terdidik yang mampu menunjukkan motivasi belajar dan mempunyai sikap bermartabat jumlahnya tidak banyak.
Berawal dari pandangan bahwa sekolah sebagai tempat mendidik anak-anak, kami berikhtiar membuat sekolah berkonsep “Bangun Akhlaq” yang berorientasi pada praktek akhlaq dengan support sistem “latihan kontrol mandiri“. Tentu saja untuk merasakan perubahan yang lebih baik di sekolah maupun di rumah dibutuhkan program-program penunjangnya, diantaranya: jumlah siswa satu kelas maximal 8 anak dengan 2 wali kelas, konseling orangtua pertiga bulan sekali, mata pelajaran penunjang, SDM yang tersandarisasi akhlaq, adab dan bagus dalam mata pelajaran Diknas dan program penunjang. Sekolah ini berada pada jalur pendidikan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Anak tetap mendapatkan haknya yaitu NISN dan Ijazah (jenis paket A). Melihat pentingnya Ilmu dunia, selain Bangun Akhlaq, sekolah ini juga memberi program tahapan anak untuk mempunyai modal bakat minatnya. Diharapkan saat memasuki jenjang SMP anak telah mempunyai bawah sadar akhlaq yang positif, motivasi belajar tinggi dan kesiapan atas perubahan dorongan psikisnya sehingga tumbuh menjadi manusia dewasa yang beragama, berakhlaq dan bertalenta. Informasi di atas untuk jenjang Sekolah Dasar bernama SD Islam Talenta Al Fath.
Menyadari bahwa hambatan pada fase tertentu akan dibawa pada fase selanjutnya, maka kami juga sangat memperhatikan konsep pembelajaran di usia prasekolah. Karenanya kami juga mendirikan sekolah KB RA Al Fath.
Di sekolah ini, muatan kurikulumnya menggunakan kisi-kisi dari Diknas dan pengembangan sesuai yang dibutuhkan untuk mewujudkan sekolah Tuntas perkembangan 7 thn pertama, beradab dan berakhlaq. Adapun pembelajaran yang diberikan: ketuntasan psikososial (kemandirian), psikomotor (locomotor dan unlocomotor), pemahaman sipritual (usia TK), penumbuhan daya fikir, cakap tungcalis dengan metode Fun Drill Uji (telah digunakan selama 22 tahun di beberapa sekolah dengan hasil yang sangat baik) dan kegiatan yang menumbuhkan kepercayaan diri atas kemampuan kognitifnya serta kemampuan menyelesaikan problem sosial. Agar hal-hal tersebut di atas bisa terlaksana dengan baik, maka jumlah siswa di sekolah KB RA Al Fath, maksimal 10 siswa perkelas dengan 2 ustadzah, 1 ustadzah PHPA (penanganan hambatan perkembangan belajar/perilaku anak).
Mengingat rumah sebagai tempat pertama anak-anak belajar, maka konseling orangtua pertiga bulan sekali serta kegiatan sinergitas lainnya menjadi pelayanan sekolah ini dalam mencapai tujuan bersama-sama, yaitu anak tuntas perkembangan 7 thn pertama, beradab dan berakhlaq.(Klik6)










